BogorNews

FKDM, Silaturahmi Perdana 2024 dan Panggung Pengukuhan Chapter Bogor

193
×

FKDM, Silaturahmi Perdana 2024 dan Panggung Pengukuhan Chapter Bogor

Sebarkan artikel ini

BOGOR (CM) – Dua hari ke depan akan menjadi pusat perhatian bagi pengurus dan anggota Followers Kang Dedi Mulyadi (FKDM), dengan dua agenda utama yang akan dilaksanakan dalam silaturahmi perdana tahun 2024.

Juson Simbolon, mantan Ketua Panitia 3 Tahun FKDM, dalam siaran persnya mengungkapkan rencananya, yakni Pengukuhan FKDM Chapter Bogor dan pembubaran panitia Milangkala Ke-3 FKDM yang telah dilaksanakan pada 25 November 2023 lalu, menjadi sorotan utama.

Sebelum pelaksanaan kegiatan tersebut, Kang Dedi Mulyadi menyampaikan harapannya dalam pidato pembukaan Milangkala Ke-3 FKDM, menginginkan agar FKDM terus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang memperkuat dan memperluas keberadaannya sebagai kekuatan penting menuju Jawa Barat Istimewa. Harapan tersebut tampaknya terwujud dengan cepat.

Semangat “bersama karena cinta” dalam tagline komunitas FKDM menjadi pendorong utama untuk terus konsisten membangun kekuatan silaturahmi dengan semangat kemandirian.

Hal ini tercermin dalam proses restrukturisasi FKDM Chapter Bogor yang melibatkan berbagai pertemuan, seperti Kopdar Chapter FKDM di Bandung, Sukabumi, Sumedang, dan Milangkala Ke-3 FKDM di Purwakarta.

Menurut Kang Dedi Mulyadi, restrukturisasi ini membuktikan perkembangan FKDM menjadi komunitas dengan anggota yang saling memahami satu sama lain, menunjukkan pentingnya saling support dalam keluarga besar FKDM.

Bagi Kang Dedi Mulyadi, hal ini adalah kekuatan dan kebanggaan bersama, serta modal dasar dalam menghadapi setiap kondisi di pergerakan FKDM ke depan.

Walaupun tahun 2023 mengalami pergeseran semangat, momen 14 Januari 2024 diharapkan menjadi titik balik untuk kembali ke jalur sesungguhnya.

Kang Dedi Mulyadi mengajak FKDM untuk menghadapi dinamika suka dan duka sebagaimana tradisi dan pandangan hidup Sunda, “Bengkung ngariung bongkok ngaronyok” (bersama-sama dalam suka dan duka).

Dalam pesan akhirnya, Kang Dedi Mulyadi mengingatkan pentingnya kearifan lokal sebagai kultur Jawa Barat, dengan ungkapan “buruk-buruk papan jati” yang mengajarkan untuk tetap bersatu meskipun ada kesalahan.

“Saya berharap agar FKDM merefleksikan diri sebelum menghadiri silaturahmi perdana tahun 2024 dengan semangat “Ulah marebutkeun balung tanpa eusi” (jangan memperebutkan perkara yang tidak ada gunanya),” harap Kang Dedi.

Datanglah dengan semangat cinta, mengikuti jejak Kang Dedi Mulyadi, dengan keyakinan bahwa melalui kesabaran dan kesetiaan, FKDM akan tumbuh menjadi ruang penting yang memperjuangkan cita-cita Jawa Barat Istimewa. Bertemu kembali pada 14 Februari 2024 di Kota Hujan diharapkan menjadi momen penuh kerinduan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *