NewsPolitikTasikmalaya

Dialog Keumatan DPD Partai Gelora Kota Tasikmalaya, Perkuat Peran Pesantren dan Semangat Perjuangan

381
×

Dialog Keumatan DPD Partai Gelora Kota Tasikmalaya, Perkuat Peran Pesantren dan Semangat Perjuangan

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Guna mendalami peran pesantren sebagai lembaga pendidikan agama dan pusat kegiatan sosial, DPD Partai Gelora Kota Tasikmalaya akan mengadakan Dialog Keumatan pada hari Minggu, 14 Januari 2024, di Hotel Mandalangi.

Ketua DPD Partai Gelora Kota Tasikmalaya, Hasan Basri, mengumumkan inisiatif ini dengan semangat untuk menghargai nilai-nilai kearifan bangsa dan negara Indonesia.

“Dialog keumatan ini adalah bagian dari upaya kader Partai Gelora Indonesia untuk menyatukan barisan dalam semangat perjuangan menuju tercapainya cita-cita bangsa dan negara,” katanya saat ditemui wartawan, Sabtu, 13 Januari 2024.

Menurut Hasan, acara ini akan menghadirkan Anis Mata, tokoh nasional yang diakui kontribusinya dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Pembicara utama lainnya termasuk Fahri Hamzah dan Dedi Mizwar, yang akan dipandu oleh moderator politisi Dedi Miing Gumilar.

Hasan Basri juga menyoroti peran krusial pesantren dalam membentuk karakter dan moral masyarakat. Sebagai contoh, ia merujuk pada Syaikh Maulāna Mālik Ibrāhīm, atau yang dikenal sebagai Sunan Gresik, sebagai pelopor dalam mendirikan lembaga pengajian yang menjadi cikal bakal pesantren.

Pesantren menurutnya sebagai tempat pendidikan dan pembinaan santri, bertujuan menciptakan juru dakwah yang berkualitas sebelum mereka terlibat langsung dalam masyarakat.

“Pada periode runtuhnya Majapahit pada tahun 1293-1478 M, usaha Syaikh Maulāna Mālik Ibrāhīm semakin relevan. Islam berkembang pesat, terutama di daerah pesisir yang menjadi pusat perdagangan antar daerah bahkan antar negara,” tandasnya.

Sementara itu, Caleg RI Dapil 11 Ahmad Yani menegaskan bahwa pondok pesantren khalafiyah, dengan pendekatan modern melalui satuan pendidikan formal seperti madrasah dan sekolah, telah menjadi wahana penting dalam pendidikan masyarakat. Pesantren Salafiyah, yang mengkaji kitab-kitab kuning, memberikan kontribusi besar dalam pengembangan keilmuan dan pemahaman agama.

Lebih lanjut, Hasan Basri menjelaskan bahwa peran pesantren tidak terbatas hanya sebagai lembaga pendidikan agama, melainkan juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pengembangan masyarakat. Pesantren berkontribusi dalam mengatasi masalah keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan, menjadi tempat belajar bagi umat Islam, baik di pedesaan maupun di kota.

Dalam konteks politik, Partai Gelora Indonesia mengakui pentingnya demokrasi sebagai ruang bagi semua. Kader-kader partai ini percaya bahwa umat Islam harus menjadi kekuatan utama dalam masyarakat dan memiliki representasi nyata dalam kekuatan politik.

Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam, memiliki peran yang sangat penting dalam mengubah kerumunan umat menjadi kekuatan yang dapat diwakili secara signifikan di dalam kekuatan politik.

Ia berharap dengan kolaborasi antara kader-kader Partai Gelora Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan bangsa dan peran pesantren sebagai lembaga pendidikan dan pengembangan masyarakat dapat tercapai cita-cita Bangsa dan Negara Indonesia untuk menjadi Insan yang Mulia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *