Tasikmalaya

Cupit Danuwarta “ Anak-Anak Sekarang Lebih Banyak Memilih Play Station Daripada Bermain Egrang “

56
×

Cupit Danuwarta “ Anak-Anak Sekarang Lebih Banyak Memilih Play Station Daripada Bermain Egrang “

Sebarkan artikel ini
foto by deadz71

TASIKMALAYA, (CAMEON) – Sedikitnya 12 permainan jaman “ buhun” ditatar Parahyangan di perlombakan di halaman Gedung Bupati Kab Tasikmalaya, Kamis (02/06) yang diikuti oleh 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Permainan khas anak anak di tatar pasundan ini adalah salah satu upaya untuk menyelamatkan degradasi anak bangsa terutama anak anak yang sudah diracuni oleh modernisasi ala barat.

Cupit Danuwarta misalnya penggiat seni sunda di Tasikmalaya ini , merasa sedih saat melihat kondisi perkembangan anak anak di zaman sekarang, berbagai permainan yang berorientasi berbudaya barat bahkan lebih jauh menurut Cupit tak sedikit dari permainan dari barat ini mengandung unsur kriminalitas dan asusila yang berdampak pada perkembangan psikologis anak.

“Saya hanya ingin menyelamatkan degradasi moral anak bangsa dengan terus mengenalkan kembali permainan-permainan buhun tatar sunda yang kini sudah mulai punah. Ada muatan leluhur dan budaya bangsa terutama di tatar sunda dalam permainan ini. Namun sayang , dewasa ini anak-anak lebih memilih permaianan dan games-games yang justru bisa merusak perkembangan psikologis anak, “ terang cupit.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Tasikmalaya, Nazmudin Ajis, menurutnya Pemerintah memilki peranan penting dalam menyelamatkan budaya bangsa, terutama saat ini banyak kasus kasus yang menimpa anak-anak karena dampak dari arus modernisasi yang tidak disaring, terlebih peranan orang tua yang cenderung memfasilitasi anak-anak dengan permainan modern yang bisa merusak mental dan psikologi anak.

“Kami terus menggulirkan program-program budaya yang salah satunya dengan menggelar perlombaan ini, agar anak-anak dan orang tua tahu bahwa permainan buhun ini sudah ada sejak jaman dulu dan memang harus terus dilestarikan agar anak-anak bisa mengerti arti budaya yang sesungguhnya, “ ungkap Nazmudin.

Sejumlah permainan yang diperlombakan ini diantaranya, Egrang, pecle, boy-boyan, gatrik, bedil jepit dan sumpit. Acara tersebut diikuti secara antusias oleh anak anak dari 39 perwakilan Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. cakrawalamedia.co.id ( dzm )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *