Kota Cimahi

Bursa Kerja di Kota Cimahi Serap 11 Persen Tenaga Kerja

57
×

Bursa Kerja di Kota Cimahi Serap 11 Persen Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini

CIMAHI, (CAMEON) – Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kota Cimahi menilai pameran bursa kerja atau job fair yang digelar beberapa waktu lalu cukup menyerap tenaga kerja di Cimahi.

Kepala Dinas Disnakertransos Kota Cimahi, Supendi Heriyadi mengatakan, para pencari kerja yang melamar lewat bursa kerja alias job fair pada bulan lalu mencapai 16 ribu lebih. “Kemarin yang daftar 16 ribu sekian. Yang terserap itu sekitar 11 persen atau sekitar 1.790-an,” terangnya, Selasa (30/8/2016).

Seperti diketahui, pada 26-28 Juli 2016 lalu, Pemkot Cimahi melalui Disnakertransos menyelenggarakan pameran bursa kerja yang melibatkan 38 perusahaan yang ada di Jawa Barat.

Dikatakan Supendi, meski hanya terserap 11 persen pekerja, job fair sangat membantu warga Cimahi untuk mendapatkan pekerjaan. “Insya Alloh tahun depan lebih menyerap banyak,” katanya.

Menurutnya, persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada tahun ini berperan pada penyerapan tenaga kerja yang hanya mencapai 11 persen. “Sekarang kan era persaingan MEA. Ada pengaruh, perusahaan agak sepi kelihatannya,” ujarnya.

Dari sekitar 16 ribu pelamar lewat bursa kerja sedangkan yang terserap hanya sekitar 11 persen, itu artinya sisanya akan jadi angka pengangguran.

Ia menyebutkan, dari total 16 ribu pelamar, bukan berasal dari Kota Cimahi saja. Ada juga yang berasal dari Kab. Bandung Barat, Kab. Bandung dan Kota Bandung serta kota/kabupaten lainnya di Jawa Barat.

“Kita berusaha bagaimana untuk meningkatkan SDM agar bisa berdaya saing dengan negara lain. Berarti ada pelatihan dan sebagainya,” katanya.

Selain itu, terang dia, untuk menambah nilai jual pekerja Cimahi, pihaknya juga akan menyediakan sertifikasi berstandar internasional.

Dengan sertifikasi tersebut, tidak ada lagi alasan bagi perusahaan untuk tidak mempekerjakan orang Cimahi dibandingan pekerja asing. “Termasuk kita juga memikirkan sertifikasi supaya harga SDM kita mahal,” katanya. cakrawalamedia.co.id (Rizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *