Tasikmalaya

Budi: Tumbuhkan Kembali Semangat Gotong Royong

71
×

Budi: Tumbuhkan Kembali Semangat Gotong Royong

Sebarkan artikel ini
Budi: Tumbuhkan Kembali Semangat Gotong Royong

KOTA TASIKMALAYA, (CAMEON) – Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, berharap pada bulan bakti ini lebih bisa menyosialisasikan dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong pada masyarakat kota Tasikmalaya. Hal itu diungkapkan pada acara suksesi Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat Ke-XIII yang dilaksanakan di lapangan Pelang Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes , Kamis (12/5/2016).

Menurutnya, gotong royong merupakan cara ampuh untuk membangun Kota Tasikmalaya.   “Insya Allah melalui gotong royong semuanya bisa kita selesaikan, seperti masalah draenase, irigasi, rumah tidak layak huni dan lain sebagainya,”ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan KB, Hadian, menuturkan bahwa semangat gotong royong di Kota Tasikmalaya sudah hampir punah. Untuk itu, perlu adanya sinergitas semua pihak antara pemerintah tingkat atas sampai ke tingkat bawah. Juga, ia menambahkan bahwa sosialisasi kepada masyarakat perlu ditingkatkan sehingga rasa kesadaran gotong royong bisa tumbuh kembali sepert dulu.

Dalam acara Hari Kesatuan PKK ke-44 dan HUT Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat Ke-XIII, Wali Kota memberikan penghargaan kepada tiga kelurahan yang mendapatkan prestasi, di antaranya terbaik satu adalah Kelurahan Sukajaya dan para kader PKK yang telah berbakti begitu lama.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan ( TPK ) tingkat Kota, Idi Hidayat, menuturkan bahwa berkaitan dengan program Gema Madani ini merupakan program khusus Pemerintah Kota Tasikmalaya. Dengan program ini diharapkan percepatan pembangunan yang langsung di tangani oleh masyarakat dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.

”Apalagi tahun 2016, kurang lebih 60% untuk peningkatan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup Masyarakat melalui Koperasi yang sudah tumbuh di masing-masing Kelurahan. Salahsatunya yang dibantu oleh Gema Madani tahun ini sejumlah Rp. 83 juta tujuh ratus ribu rupiah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Idi mengatakan bahwa modal Koperasi Kelurahan tidak mengandalkan hasil keanggotaan Koperasinya sendiri, melainkan diberi dana dari anggaran APBD. Sampai sekarang anggaran yang dihibahkan dari APBD untuk Koperasi sudah mencapai 23 milyar.

“Mudah-mudahan masyarakat yang telah menjadi anggota koperasi ini memiliki rasa kejujuran. Pengelolaannya harus betul-betul tumbuh dan tepat sasaran, karena bantuan pinjaman koperasi ini tujuannya untuk masyarakat yang benar-benar memiliki keterampilan, kemauan dan punya upaya untuk meningkatkan tarap hidup mereka,” pungkasnya.  Cakrawalamedia.co.id (Edi Mulyana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *