Jawa Barat

Angka Kematian Ibu dan Anak di Jabar Cukup Tinggi

95
×

Angka Kematian Ibu dan Anak di Jabar Cukup Tinggi

Sebarkan artikel ini
Angka Kematian Ibu dan Anak di Jabar Cukup Tinggi
Ilustrasi

BANDUNG, (CAMEON) – Angka kematian Ibu ketika melahirkan meningkat di tahun 2015 dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2015, kematian ibu ketika melahirkan sekitar 823 orang dari angka lahir hidup 942.447 orang. Sedang di tahun sebelumnya hanya terjadi 748 orang dari jumlah lahir hidup 951.319 orang.

Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Jawa Barat, Uus Sukmara, penyebab kematian tertinggi yaitu terkena hipertensi, pendarahan dan keguguran dan lainnya. Angka kematian hipertensi mencapai 270 kasus.

“Yang tercatat oleh Dinas Kesehatan Jawa Barat penyebabnya dari kejadian langsung, akan tetapi terdapat penyebab tidak langsung,” kata Uus kepada wartawan saat berdiskusi di ruang rapatnya, Selasa (21/6).

Lanjut dia, untuk penyebab tidak langsung biasanya karena usia ibu masih sangat muda. Di daerah-daerah terpencil, anak perempuan yang baru usia 16 tahun sudah menikah. Belum matangnya usia ibu menjadi penyebab kematian.

Apalagi di daerah-daerah, pengetahuan terhadap fase kehamilan masih cukup minim. Ditambah lagi dengan minimnya fasilitas kesehatan menambah kompleknya kematian ibu.

Lalu, untuk kematian bayi di Jawa Barat mencapai 4.124 kasus dan kematian Neonatus mencapai 3.369 kasus. Jumlah kematian ibu dan anak di Jawa Barat, kata dia, merupakan angka yang masih wajar.

“Akan tetapi, karena banyaknya jumlah penduduk di Jabar, sehingga angka tersebut terbilang cukup tinggi,” ucapnya.

Walaupun begitu, pihaknya tetap menahan angka kematian. Pihaknya memberikan advokasi dan perbaikan sistem kesehatan kepada masyarakat yang ada di Jawa Barat.

Sementara, untuk tenaga bidan di Jawa Barat, melalui dinas kesehatan kota atau kabupaten setempat, menyediakan bidan satu desa satu bidan. Hal itu, guna para bidan bisa menjangkau tempat-tempat terpencil.

“Perlu masyarakat sadar terkait kehamilannya dan memeriksakan kehamilannya ke petugas kesehatan setempat,” pungkasnya. cakrawalamedia.co.id (nta)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *