KAB. TASIK (CM) – Limbah organik di RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya tak lagi berakhir di tempat pembuangan. Melalui inovasi Eco Enzyme Karbo (EMBOL), kulit buah dan sisa sayuran diolah menjadi cairan pembersih lantai ramah lingkungan yang mampu menekan volume sampah sekaligus menghemat biaya operasional rumah sakit.
Inovasi itu dikembangkan Tim Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) RSUD KHZ Musthafa dengan memanfaatkan limbah organik dari Instalasi Gizi yang setiap hari mencapai sekitar 20 hingga 30 kilogram. Bahan-bahan tersebut difermentasi menggunakan air dan molase selama sekitar tiga bulan hingga menghasilkan eco enzyme yang kemudian diolah menjadi cairan pembersih lantai beraroma alami.
Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Hj. Eli Hendalia, M.H.Kes., mengatakan pemanfaatan limbah organik tersebut merupakan bagian dari upaya rumah sakit membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
“Selama ini kulit buah hanya menjadi sampah. Kini kami manfaatkan sebagai bahan baku eco enzyme yang kemudian diolah menjadi karbol pembersih lantai. Aroma alami dari kulit buah juga memberikan keharuman pada produk yang dihasilkan,” kata Eli.
Menurut dia, keberhasilan inovasi itu tidak terlepas dari sistem pemilahan sampah yang diterapkan sejak limbah dihasilkan. Melalui proses tersebut, limbah organik dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus mengurangi beban pengelolaan sampah rumah sakit.
Cairan pembersih lantai yang diberi nama EMBOL itu telah melalui serangkaian uji fisik dan uji laboratorium di laboratorium terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN). Hasil pengujian menunjukkan produk tersebut efektif menurunkan jumlah mikroorganisme pada permukaan lantai sehingga layak digunakan dalam operasional rumah sakit.
Selama sekitar enam bulan digunakan, EMBOL dinilai mampu memberikan daya bersih yang sebanding dengan produk komersial yang sebelumnya dipakai rumah sakit.
Tenaga Sanitasi Lingkungan RSUD KHZ Musthafa, Donni Pujiyono, mengatakan inovasi tersebut memberikan manfaat ganda. Selain mengurangi volume limbah organik, rumah sakit juga dapat menghemat anggaran pembelian cairan pembersih lantai hingga jutaan rupiah.
“Dengan inovasi ini, sampah organik yang sebelumnya menjadi limbah kini berubah menjadi produk yang bermanfaat. Selain mengurangi sampah, rumah sakit juga dapat menghemat biaya pembelian cairan pembersih lantai hingga jutaan rupiah,” ujar Donni.
Inovasi EMBOL turut mengantarkan Donni meraih Peringkat III ASN Berprestasi Kabupaten Tasikmalaya 2026 kategori inovasi. Bagi manajemen RSUD KHZ Musthafa, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk terus mengembangkan pengelolaan limbah yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.
“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi menjadi langkah awal untuk mengembangkan pengelolaan limbah yang lebih komprehensif dan memberi manfaat lebih luas,” kata Eli.





