News

KAI Operasikan Rangkaian Baru KA Cikuray, Okupansi Perdana Tembus 100 Persen

47
×

KAI Operasikan Rangkaian Baru KA Cikuray, Okupansi Perdana Tembus 100 Persen

Sebarkan artikel ini

GARUT (CM) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mengoperasikan rangkaian baru untuk KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen, Kamis (11/6/2026). Pergantian sarana ini dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan bagi pelanggan yang menggunakan kereta tersebut.

Pada pengoperasian perdana, KA Cikuray menggunakan kombinasi Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Khusus Petani-Pedagang yang menggantikan rangkaian kereta ekonomi sebelumnya.

Peluncuran rangkaian baru dilakukan di Stasiun Garut dan dihadiri Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI, Rafli Yandra, Plt Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Aditya Karsa, serta Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.

Antusiasme masyarakat terhadap layanan baru tersebut terlihat dari tingginya tingkat keterisian penumpang pada hari pertama pengoperasian. Seluruh tiket perjalanan perdana dilaporkan habis terjual dengan okupansi yang melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia.

Manager Humas Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa KA Cikuray masih menjadi salah satu moda transportasi favorit bagi warga yang bepergian dari Garut menuju Jakarta maupun sebaliknya.

“Pengoperasian rangkaian baru KA Cikuray ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Kami bersyukur antusiasme masyarakat sangat tinggi,” ujar Kuswardojo.

Dalam formasi terbaru, KA Cikuray terdiri atas enam kereta Ekonomi Kerakyatan dengan kapasitas masing-masing 93 kursi serta satu Kereta Khusus Petani-Pedagang yang menyediakan 73 kursi. Secara keseluruhan, kapasitas yang tersedia mencapai 631 tempat duduk.

Pada keberangkatan perdana menggunakan rangkaian baru, sebanyak 193 penumpang tercatat naik dari Stasiun Garut. Sementara secara keseluruhan, jumlah pelanggan yang menggunakan KA Cikuray pada perjalanan tersebut mencapai 667 orang.

Sejak mulai beroperasi pada Maret 2022, KA Cikuray menunjukkan tren pertumbuhan jumlah penumpang yang terus meningkat. Hingga 11 Juni 2026, jumlah pelanggan yang menggunakan layanan tersebut dari wilayah Daop 2 Bandung telah menembus lebih dari 1,13 juta orang.

Selain itu, Stasiun Garut sebagai titik awal keberangkatan juga mencatat perkembangan positif. Dalam periode yang sama, lebih dari 410 ribu pelanggan tercatat berangkat dari stasiun tersebut, sementara jumlah penumpang yang turun mencapai lebih dari 324 ribu orang.

Menurut Kuswardojo, peningkatan jumlah pengguna KA Cikuray mencerminkan peran penting layanan tersebut dalam mendukung mobilitas masyarakat. Kehadiran kereta ini juga dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan sektor ekonomi dan pariwisata di Garut serta wilayah sekitarnya.

“Kehadiran KA Cikuray telah membantu memperkuat konektivitas antarwilayah dan memudahkan aktivitas masyarakat. Kami akan terus melakukan peningkatan layanan agar perjalanan pelanggan semakin nyaman dan aman,” katanya.

KAI mengimbau masyarakat untuk melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi yang tersedia serta datang lebih awal ke stasiun agar proses keberangkatan dapat berjalan lancar sesuai jadwal perjalanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *