News

Tekan Pengangguran, Disnaker Kota Tasikmalaya Latih Puluhan Pemuda Jadi Content Creator

59
×

Tekan Pengangguran, Disnaker Kota Tasikmalaya Latih Puluhan Pemuda Jadi Content Creator

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya menggelar pelatihan content creator dan digital marketing bagi puluhan pemuda sebagai upaya menekan angka pengangguran terbuka di Kota Tasikmalaya yang saat ini berada di angka 6,5 persen.

Sebanyak 45 peserta dari berbagai wilayah di Kota Tasikmalaya mengikuti pelatihan tersebut. Mayoritas peserta merupakan kalangan muda dan masih berada pada tahap pemula di bidang pembuatan konten maupun pemasaran digital.

Pelatihan berlangsung selama lima hari dengan kombinasi materi teori, praktik langsung, hingga evaluasi kemampuan peserta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, mengatakan program tersebut dirancang untuk membuka peluang kerja baru bagi masyarakat di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan di sektor industri.

“Harapannya semakin banyak masyarakat yang bisa mandiri secara ekonomi. Lowongan kerja di Tasikmalaya masih terbatas dan perusahaan manufaktur juga tidak banyak. Karena itu kami mendorong masyarakat agar bisa bekerja dan menghasilkan dari rumah,” ujar Deni, Selasa 19 Mei 2026.

Menurutnya, pemilihan materi pelatihan didasarkan pada hasil penjaringan aspirasi masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan sepanjang 2025.

Bidang content creator dan digital marketing dipilih karena dinilai memiliki peluang besar serta sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar saat ini.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali kemampuan membuat konten digital, strategi pemasaran di media sosial, hingga pemahaman mengenai program afiliasi yang memungkinkan seseorang memperoleh penghasilan tanpa harus memiliki produk sendiri.

Selain itu, Disnaker juga mengajak generasi muda memanfaatkan telepon genggam secara lebih produktif.

“Jangan hanya dipakai untuk scroll media sosial atau aktivitas yang kurang bermanfaat. Smartphone bisa menjadi modal untuk menghasilkan sesuatu,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *