News

Stasiun Tasikmalaya Jadi Tersibuk Ketiga di Daop 2 Bandung Saat Angkutan Lebaran

61
×

Stasiun Tasikmalaya Jadi Tersibuk Ketiga di Daop 2 Bandung Saat Angkutan Lebaran

Sebarkan artikel ini

BANDUNG (CM) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat tingginya mobilitas penumpang selama lima hari masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada 11-15 Maret 2026.

Berdasarkan data pelayanan penumpang di wilayah KAI Daop 2 Bandung, Stasiun Tasikmalaya tercatat menjadi stasiun tersibuk ketiga setelah Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong.

Selama periode tersebut, Stasiun Bandung menjadi stasiun dengan jumlah penumpang berangkat terbanyak yakni 23.252 orang. Posisi kedua ditempati Stasiun Kiaracondong dengan 20.054 penumpang berangkat.

Sementara itu, Stasiun Tasikmalaya berada di posisi ketiga dengan total 5.165 penumpang yang melakukan perjalanan menggunakan kereta api.

Selain keberangkatan, data kedatangan penumpang juga menunjukkan tingginya arus perjalanan menuju wilayah tersebut. Stasiun Bandung tercatat melayani 17.281 penumpang turun, diikuti Stasiun Kiaracondong sebanyak 8.950 penumpang.

Adapun Stasiun Tasikmalaya kembali menempati posisi ketiga dengan jumlah penumpang datang mencapai 7.879 orang selama periode lima hari Angkutan Lebaran tersebut.

Beberapa stasiun lain di wilayah Daop 2 Bandung juga mencatat angka pelayanan yang cukup tinggi. Untuk keberangkatan penumpang, Stasiun Cimahi melayani 2.979 penumpang dan Stasiun Purwakarta sebanyak 2.949 penumpang.

Sedangkan untuk penumpang datang, Stasiun Banjar mencatat 5.222 penumpang turun dan Stasiun Garut sebanyak 3.160 penumpang.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat di wilayah Tasikmalaya menjadi perhatian KAI untuk terus meningkatkan pelayanan transportasi kereta api.

“Kami melihat adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya selama periode Angkutan Lebaran tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai moda transportasi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak jauh dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Kuswardojo.

Ia menambahkan, KAI juga berupaya meningkatkan akses layanan kereta api di wilayah dengan mobilitas tinggi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menambah pemberhentian kereta di wilayah Tasikmalaya.

“Salah satu langkah yang kami lakukan adalah dengan memberikan kemudahan akses perjalanan bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dengan memberhentikan KA Serayu di Stasiun Rajapolah untuk melayani naik dan turun penumpang mulai 14 Maret 2026,” katanya.

Dengan layanan tersebut, masyarakat di wilayah Rajapolah dan sekitarnya diharapkan dapat lebih mudah mengakses transportasi kereta api tanpa harus menuju stasiun yang lebih jauh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *