KOTA TASIKMALAYA (CM) – Perwakilan Bank Indonesia Cabang Tasikmalaya, bekerjasama dengan Pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya, menggelar kegiatan pelatihan bahasa Jepang yang di ikuti sebanyak 25 calon pekerja imigran Indonesia.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Heru Sptaji, mengatakan, 30 orang calon tenaga kerja yang akan mengikuti pelatihan berbahasa Jepang bukan untuk tenaga kerja kasar melainkan sebagai tenaga ahli sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
“Ke 30 calon tenaga kerja yang saat ini mengikuti pelatihan hasil seleksi, tentunya menjadi pahlawan bagi Negara Indonesia. Tentu keberadaan mereka akan memberikan efek kontribusi yang sangat besar untuk Indonesia,” jelasnya di ruang Kantor BI Senin (30/9/2019).
Mereka sebagian besar yang akan diberika keterampilan tanbahan berupa bahasa Jepang, tatak rama dan budaya jepang. Sehingga nantinya mereka dapat memahami bagaimana suasana dan wawasan dinegara tujuan tersebut.
Pengukuhan pelatihan berbasis kopetensi sekarang baru 30 orang 5 orang sebagai cadangan mudah-mudahan kendepan bisa sampai 100, atau dapat memenuhi 1000 orang per tahun sesuai dengan permintaan. Semakin banyak tenaga migran tentu akan bardampak pada jumlah perputaran uang juga dapat meningkat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Rahmat Mahmuda, mengatakan, keberangkatan tahap awal tenaga migran Indonesia asal Kota Tasikmalaya sebelumnya telah di berangkatkan pada bulan April 2019 lalu sebanyak 4 orang..
“Angkatan ke dua yang saat ini sedang mengikuti pelatihan selama 3 bulan ditambah 3 bulan masuk karantina di Bandung akan diberangkatkan pada awal tahun sekitan bulan April 2020. Mudah-mudahan semua calon migran semuanya lolos,” jelas Rahmat.
Ia juga menyebutkan, semua calon migran yang lolos dan diterima awal pertama bekerja akan mendapatkan upah sebesar Rp.17-25 juta per bulan. (Edi Mulyana)