KOTA TASIKMALAYA (CM) – Setelah saling tuding menuding soal galian C atau mengeksploitasi bukit, Pemerintah Kota Tasikmalaya akhirnya mengakui bahwa di tiga kecamatan yakni Kecamatan Mangkubumi, Bungursari dan Indihiang akan dijadikan pusat bisnis pergudangan.
“Ada beberapa titik bukit yang diratakan di sepanjang Jalan Mangin akan dijadikan zona bisnis. Selain tempat perdagangan/pertokoan, pergudangan dan pemukiman, dan itu sudah sesuai dengan peta di dalam tata ruang,” papar Sekretaris Daerah, Ivan Dicksan usai launching Saung Madani di Kecamatan Tawang, Kamis (24/01/2019).
Menurutnya, alasan kenapa eksploitasi bukit di sepanjang Jalan Mangin tidak di hentikan atau dilakukan karena diperuntukan untuk permukiman, sehingga harus ada pematangan dan pemerataan lahan untuk dijadikan zona pembangunan.
“Sebelum dilakukan pemerataan, kami lihat bukit di sepanjang Jalan Mangin memiliki potensi sumber daya alam pasir yang melimpah dan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan. Namun demikian, peraturan menambang juga harus disertai dengan legalitas sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Ivan.
Jika ditemukan ada pelanggaran, katanya, maka yang berwenang untuk memberikan sanksi adalah Dinas PUPR yang mengeluarkan rekomendasi. “Kalau pihak Polres Kota kan hanya ikut menghentikan. Karena ada aturan yang mengatur yakni tata ruang yang memperbolehkan apa tidaknya zona yang ditambang itu,” terang ia.
Diakuinya, semua perusahaan pertambangan galian C izinnya sudah dimoratorium. Namun, tetap jika tidak ada rekomendasi dari Dinas LH, PUPR Kota Tasikmalaya tidak akan diproses oleh Dinas Provinsi Jabar. “Kalau tidak ada rekomendasi dari daerah tidak akan tahu sesuai atau tidaknya secara detil, mulai izin lingkungannya dan lain sebagainya,” paparnya.
Sesuai atau tidaknya pengeksploitasian bukit-bukit dengan zonasi petanya, ia menegaskan pihaknya harus melihat dulu lokasi. “Apapun tindakan yang dilakukan oleh Pemkot juga akan mendukung Polres Tasikmalaya dalam penegakan hukum dalam menghentikan para pengusah tambang ilegal,” pungkas Ivan. (Edi Mulyana)