BANDUNG, (CAMEON) – Total sebanyak 39 bus digunakan untuk memulangkan bonek ke Surabaya. Di antaranya sebanyak 20 bus merupakan bantuan dari pemerintah Kota Bandung dan 19 bus dari jajaran kepolisian Resort Kota Besar Bandung.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi, 13 bus menggunakan bus sekolah, lalu dua lagi menggunakan bus Trans Metro Bandung (TMB) dan sisinya lima menggunakan kendaraan plat merah. ”Kami mengantarkan hanya sampai Polres Cirebon, perjalanan selanjutnya dilanjut oleh pihak kepolisian,” jelas Didi melalui sambungan telepon, Minggu (8/1).
”Mungkin selanjutnya, Polres Cirebon melanjutnya hingga perbatasan Jawa Barat,” imbuhnya.
Dibantunya armada pemulangan bonek, lanjut dia, sebagai salah satu cara agar tidak ada penumpukan bonek di Kota Bandung. Dengan kata lain, menjaga kondusifis Kota Bandung. Lebih baik, pihaknya fasilitasi.
Selanjutnya, ungkap dia, yang menjadi masalah lain pemulangan bonek tidak bisa melayani dengan menggunakan kereta api. Sebab, sampai Senin (9/1) kereta api masih digunakan untuk melayanan angkutan natal dan tahun baru 2017.
”Jadi, mau gak mau kita pakai bus,” tegasnya.
Terkait dengan anggaran, pihaknya menggunakan dana suakelola warga Bandung. Di mana dengan anggaran, pemerintah Kota Bandung hanya mengeluarkan dana untuk biaya bensin dan untuk tenaga supir sudah disiapkan dari Dishub Kota Bandung.
Akan tetapi, pihaknya tidak bisa menjelaskan secara rinci anggaran yang digunakan untuk keperluan tersebut. ”Kami belum merincinya dengan jelas,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Reny Marthaliana mengatakan menyiapkan 19 bus untuk mengembalikan ke Surabaya. ”Sejak pukul 12.00 WIB kami mendata para bonek untuk segera dipulangkan,” jelasnya.
Jumlah tersebut untuk seluruh bus bonek agar pemulangan dilakukan dengan tertib. Diakui olehnya, ada beberapa bonek yang sudah pulang terlebih dahulu. Mereka menggunakan ongkos masing-masing.
”Yang lebih memilih pulang sendiri silangkan. Untuk yang sudah memegang tiket kereta api sudah pulang terlebih dahulu,” ungkapnya.
Pihaknya menghimbau, para bonek bisa pulang dengan tertib dan menjaga kondusifitas di Kota Bandung. ”Diharapkan tidak mengganggu kenyamanan penduduk Kota Bandung,” jelasnya. (Putri)