Nasional

Lelang di Kementerian Pariwisata Dinilai Banyak Modus

66
×

Lelang di Kementerian Pariwisata Dinilai Banyak Modus

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, (CAMEON) – Lelang di Kementerian Pariwisata dinilai tidak wajar. Banyak modus. Pemenang lelang sengaja dipilih dengan harga yang paling mahal. Berpotensi merugikan keuangan negara hingga Rp 1,2 miliar.

“Ada macam-macam modus lelang di Kementerian Pariwisata. Salah satunya adalah pemenang lelang ditentukan atau dipilih dengan harga yang paling mahal dan tinggi, sehingga sangat berpotensi merugikan keuangan negara,” sebut Direktur Center of Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi, di Jakarta, Kamis (25/8).

Ia menjelaskan, seharusnya panitia lelang memilih perusahaan yang harga penawaran wajar atau murah sekali tetapi tidak menabrak aturan yang mereka buat sendiri. Tapi itu tidak dilakukan di Kementerian Pariwisata.

“Modus yang kedua, pihak Kementerian Pariwisata memilih harga yang paling rendah dan murah, tetapi menabrak aturan sendiri demi memenangkan “jagoan” perusahaan tertentu,” tandasnya.

Dicontohkan, Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Mancanegara di Kementerian Pariwisata melakukan lelang “pemasangan iklan media cetak Wholesaler pasar Eropa” dengan harga prakiraan sementara (HPS) sebesar Rp 9.995.000.000. Lelang itu dimenangkan PT. Transito Adiman Jati, Jakarta Pusat, dengan nilai penawaran Rp 9.212.731.056.

Harga penawaran itu, kata Uchok, terlalu tinggi dan mahal. Padahal ada penawaran yang lebih rendah dan murah dari PT. Nine Communications Indonesia yang hanya sebesar Rp 7.996.340.000. Tapi itu langsung dikalahkan begitu saja.

Tak hanya itu, lelang “Penguatan Pemberitaan Promosi Pariwisata Melalui Media Sosial” yang pagu anggarannya Rp 10,5 miliar dimenangi PT. Et Cetera Promosindo, Bekasi. Perusahan tersebut memenangi lelang dengan harga senilai Rp 7,1 miliar. Padahal, sesuai aturan kalau memilih yang murah harus di bawah 20 persen dari HPS.

Untuk itu, Uchok meminta Komisi Pemberantasan Korupsi agar segera melakukan penyelidikan atas dua kasus lelang di atas. Ia pun menyebut ada “orang-orang senayan” yang ikut bermain lelang atau bawa perusahaan sendiri di Kementerian Pariwisata. Cakrawalamedia.co.id (tama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *