Jawa Barat

2 Kecurangan PPDB 2016 di Kota Bandung

65
×

2 Kecurangan PPDB 2016 di Kota Bandung

Sebarkan artikel ini
2 Kecurangan PPDB 2016 di Kota Bandung

BANDUNG, (CAMEON) – Forum Orangtua Siswa (Fortusis) mencium adanya dua kecurangan terselenggaranya Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2016 di Kota Bandung. Dua kecurangan tersebut diantaranya, adanya siswa titipan dari Dinas Pendidikan Kota Bandung dan Sertifikat asal tapi palsu yang digunakan pada jalur prestasi.

Untuk itu, sejumlah perwakilan dari Fortusis melaporan hal tersebut ke perwakilan Ombudsman Jawa Barat. Dengan adanya laporan tersebut, Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Barat, Haneda Sri Lastoto akan segera menindaklanjutinya.

“Kita akan mencari tau siapa saja pihak Disdik Kota Bandung yang terlibat dan melindungi siswa yang menjadi korban,” kata Haneda kepada wartawan ditemui di kantornya, Rabu (20/7).

Pada tahun ini, menurutnya laporan tersebut relatif cukup sedikit dibanding tahun lalu. Tahun ini hanya ada 45 laporan dengan hanya dua kasus. Pada tahun sebelumnya, ada lima point kasus yang diterima olehnya.

Lima poin merupakan pengakuan dari kesalahan yang dilakukan oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Walaupun begitu, pada PPDB tahun ini pihaknya meminta data yang falid dari kecurangan tersebut.

Seperti tahun 2013 terdapat 83 kecurangan yang langsung diinvestigasi oleh pihaknya. Untuk itu, investigasi dari fortusis juga harus jelas.

“Kita langsung menindak lanjutinya dengan membawa berkas-berkas yang benar,” ungkapnya.

Berdasarkan dari pantauan, berkas yang diberikan oleh fortusis merupakan berkas hasil pemberitaan dari media-media di Bandung. Diantaranya ada sekitar delapan lembar pemberitaan terkait PPDB Kota Bandung yang diberikan kepada Ombudsman.

Sedangkan perwakilan dari Fortusis Dwi Soebawanto, tetap bersikeras bahwa data yang diberikan merupakan data yang falid. Bahkan, mengklaim memiliki data valid yang nantinya akan diberikan kepada Ombudsman.

“Datanya ada pada kami, nanti kami akan berikan ombudsman melakukan investigasi,” katanya.

Dia pun menjelaskan bahwa indikasi kecurangan terjadi di lima SMA Negeri di Kota Bandung. Kurang lebih ada 140 orang siswa yang menjadi siswa titipan.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana, menepis anggapan adanya siswa titip walaupun tidak terpenuhinya jumlah kuota siswa miskin berkurang. “Jelas tidak ada siswa titipan dalam hal ini,” ujarnya.

Tidak terpenuhinya kuota siswa miskin di Kota Bandung, akan menjadi evaluasi dirinya selama dua minggu ke depan. Sedangkan berdasarkan data yang pihaknya miliki saat ini ada sekitar 200 orang siswa yang belum mendapatkan sekolah. Siswa tersebut pihaknya mengimbau untuk bisa mendaftar ke swasta terlebih dahulu.

“200 orang itu kita rekomendasikan untuk sekolah di swasta tanpa dipungut biaya uang masuk,” pungkasnya. cakrawalamedia.co.id (Nta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *