Tasikmalaya

Wow!! 73 Tahun Tak Pernah Tersentuh Jalan Aspal Menuju Gua Anteg

140
×

Wow!! 73 Tahun Tak Pernah Tersentuh Jalan Aspal Menuju Gua Anteg

Sebarkan artikel ini
Dua orang anak tengah menelusuri jalan " indah " dikampungya yang tak pernah diaspal puluhan tahun lamanya. ( dzm )

TASIKMALAYA (CM) – Program Gerakan Membangun Desa atau Gerbang Desa yang dicanangkan oleh Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum sepertinya masih jauh panggang dari api. Alih- alih membangun infrastruktur jalan di pedesaan kenyataan yang ada hampir 8500 km (sumber data PUPR) lebih jalan-jalan pedesaan rusak parah bahkan ada yang tak tersentuh aspal sama sekali.

Satu dari sekian jalan yang sangat memprihatinkan ini terdapat di desa Melatisuka Kecamatan Salopa Kab Tasikmalaya. Jalan desa sejauh 5 Km ini hampir tak pernah tersentuh program pengaspalan dari sejak jaman orde baru hingga sekarang. Bahkan, Bupati Uu Ruzhanul Ulum pada saat kampanye di desa itu sempat akan menjanjikan proyek jalan aspal jika dirinya terpilih kembali menjadi Bupati Tasikmalaya.

“Ya sempat menjanjikan sih dulu saat mau jadi bupati lagi untuk yang kedua kalinya tapi sampai jadi pun belum ada realisasi, mungkin karena jumlah jalan yang rusak sangat banyak di Kab Tasikmalaya tak hanya di sini saja,” ujar Asep Kades Melatisuka.

Jalan ini sendiri sejatinya adalah jalan yag bisa membawa denyut perekonomian warga setempat, sejumlah hasil bumi terpaksa harus diangkut kendaraan sejenis jeep tua yang mereka sebut ” kombet” untuk membawa hasil kebun mereka ke jalan yang beraspal.

“Ya jalannya memang bertanah dan bisa dibayangkan kalau hujan kan? Jadi warga lebih memilih pake kendaraan kombet untuk membawa hasil bumi mereka sementara untuk jarak dekat mereka terpaksa berjalan kaki,” terang Jajang warga setempat.

Warga dan perangkat desa setempat tentu saja mengharapkan adanya proyek pengaspalan mengingat jalan ini menghubungkan dua kecamatam, yakni Salopa dan Gunung Tanjung bahkan melalui jalan ini pula di desa itu terdapat objek wisata situs gua Anteg.

“Nah seharusnya Dinas Pariwisata Kab Tasikmalaya juga harus lebih peduli apalagi di sini ada situs objek wisata yang banyak dikunjungi masyarakat kan bisa menambah PAD,” pungkas Jajang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *