Olahraga

Taufik Ramsyah, Kiper Tornado FC Meninggal Usai Benturan Saat Bertanding

319
×

Taufik Ramsyah, Kiper Tornado FC Meninggal Usai Benturan Saat Bertanding

Sebarkan artikel ini
Taufik Ramsyah, Kiper Tornado FC Meninggal Usai Benturan Saat Bertanding
Pemain Tornado FC, Taufik Ramsyah

PEKANBARU (CM) – Kiper Tornado FC Pekanbaru, Taufik Ramsyah, meninggal dunia setelah mengalami benturan di kepalanya saat melawan Wahana FC pada lanjutan babak 6 besar Liga 3 zona Riau di Stadion Universitas Riau, Sabtu (18/12/21).

Taufik meninggal diduga karena lambatnya penanganan tim medis dari pihak panitia penyelenggara. Hal ini diungkapkan oleh pemilik klub Tornado FC, Muflihun yang menyebut Taufik sempat mengalami pendarahan di hidung dan mulut saat terjadi benturan.

“Ada keluar darah dari hidung sama mulut akibat benturan. Ke depan ini diperhatikan lah panitia. Dia 15 menit setelah kejadian baru dapat pertolongan medis dari panitia pelaksana,” ungkapnya.

Muflihun tak henti menyampaikan kekecewaannya terhadap panitia pertandingan dan berharap kedepannya kejadian seperti ini tidak terulang. Taufik merupakan kiper potensial yang berasal dari Kota Jalur, Kuantan Singingi.

“Taufik ini kiper masa depan kita dari Riau. Jadi kami kecewa dengan panpel, ya kalau tidak sanggup jangan jadi panitia. Ini perlu jadi perhatian panitia, kasihan anak-anak di lapangan,” katanya.

“Kemarin itu sudah terjatuh, lambat datang ambulan, nggak ada oksigen juga di lokasi. Kami sangat kecewa, tolong benahi ini,” ketusnya.

Sementara itu, Andre Wilfrid, pemain Wahana FC yang terlibat benturan langsung dengan Taufik mengaku syok dan terpukul atas kejadian tersebut. Saat itu, Andre mengejar bola pintas yang mendapat gangguan dari pemain belakang lawan sehingga tidak bisa menghindari benturan dengan Taufik.

Hal ini diungkapkan Agus yang mengatakan Andre bermain seperti biasa tanpa ada niat mencederai. Agus harus memberikan semangat dan meyakinkan pemainnya kalau kejadian tersebut merupakan kuasa Tuhan.

“Reaksi Andre (dapat kabar Taufik meninggal), dia merasa bersalah ‘karena aku… karena aku Taufik jadi seperti itu’, kami sebagai pelatih menjelaskan itu di luar kekuasaan,” jelasnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *