Berita

Retakan Tanah itu Mengancam Rumah Warga

52
×

Retakan Tanah itu Mengancam Rumah Warga

Sebarkan artikel ini
Petugas BPBD tengah melakukan pengecekan pergeseran tanah yang mengancam puluhan rumah di Kec Sukaraja Kab Tasikmalaya. ( dzm - Photo )

TASIKMALAYA ( CAMEON ) – Hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, Menyebabkan longsor serta pergeseran tanah pada Jum’at ( 16/09).  akibatnya puluhan rumah warga rusak, sementara 110 rumah lainya terancam retakan susulan.

Tercatat sedikitnya 27 rumah warga mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah tersebut, retakan mencapai lebar setengah meter dengan kedalaman lebih dari lima meter , praktis rumah warga yang kebanyakan terbuat dari kayu menjadi miring  dan nyaris roboh sementara itu 110 rumah warga atau sekitar 300 jiwa terancam longsor serta retakan susulan

Bencana pergeseran tanah yang juga mengakibatkan tanah longsor dan menimpa pemukiman warga ini menurut Kepla Desa Mekarjaya Mulyadi akibat tanah yang labil, pihaknya sudah beruapaya untuk mengosongkan warga dikampung tersebut untuk segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

“ Bahkan material longsoran sudah menyentuh bibir rumah warga, sebagian ruamh warga sudah retak retak kami sudah lakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman “ terang Mulyadi

Keterbatasan ekonomi membuat banyak warga memilih tinggal dilokasi bencana ini salah satunya Ny.Nengsih, ibu muda yang baru melahirkan bayinya beberapa hari lalu, hanya bisa pasrah meski membahayakan keselamatan jiwa anaknya,nengsih memilih tetap bertahan.

Ah bade kamana atuh pak, atuda ngungsi ka baturmah isin wios didieu we “ Ujarnya pasrah.

jika hujan deras warga memilih mengungsi ketempat yang lebih aman, mereka juga bersedia direlokasi jika pemerintah menyediakan  tempat yang mudah  terjangkau.

Asal ka jangkau ku masyarakat mah Insha Allah abdi bade ngungsi, ayeunamah sementawis di masjid we heula anan “ Terang Maman warga setempat.

Sementara itu Kepala BPBD Kab Tasikmalaya, Kundang Sodikin menegaskan bahwa pihaknya masih harus menunggu hasil kajian dari Badan Geologi Provinsi Jabar, apabila hasil kajian mengharuskan pengosongan kampung ini maka pihaknya akan segera melakukan evakuasi total.

“ Kita menunggu hasil kajian dan riset Badan Geologi saja, apakah kontur tanahnya sangat membahayakan atau tidak, jika membahayakan kita akan lakukan upaya evakuasi, namun saat ini petugas dibantu relawan terus bersiaga mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi “ jelas Kundang. www.cakrawalamedia.co.id ( dzm )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *