News

Ratusan Penerima Bantuan PKH Rela Antri Berdesak-desakan

93
×

Ratusan Penerima Bantuan PKH Rela Antri Berdesak-desakan

Sebarkan artikel ini
Ratusan Penerima Bantuan PKH Rela Antri Berdesak-desakan

PANGANDARAN, (CAMEON) – Ratusan warga  Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tampak rela mengantri dan berdesak-desakan di Kantor Pos Cikembulan, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Ratusan penerima bantuan tahap ke empat itu merupakan warga Kecamatan Sidamulih dan Kecamatan Parigi. Dana bantuan Program Keluarga Harapan tahap ke empat yang di distribusikan lewat kantor Pos ini ada sekitar 227 penerima PKH di Kecamatan Sidamulih dan 619 penerima PKH di Kecamatan Parigi.

Salah seorang warga penerima bantuan PKH, Sarinah mengatakan, dirinya merasa terbantu dengan adanya bantuan tersebut. ”Bantuan ini dapat meringankan biaya sekolah anak-anak kami,” singkatnya.

Sementara itu, Ina Nuraeni pendamping PKH Kecamatan Sidamulih menyebutkan, ratusan warga yang rela mengantri di Kantor Pos ini untuk melakukan pencairan bantuan Program Keluarga Harapan tahap ke empat dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dan warga yang mengantri ini merupakan warga yang sudah divalidasi sebanyak 227 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Sidamulih.

”Program Keluarga Harapan adalah programnya Kemensos RI yang memberikan bantuan tunai kepada rumah tangga sangat miskin sekali dan rumah tangga sederhana yang diwajibkan melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang sudah ditetapkan,” terang Ina.

“Dengan adanya program ini diharapkan dapat memutuskan rantai kemiskinan antar generasi,” katanya.

Dana yang mereka terima, sambung Ina, sangat bervariasi dan bergantung dari komponen, salah satu contohnya seperti komponen SD menerima bantuan sebesar Rp 450 ribu, untuk komponen SMP Rp 750 ribu, komponen SMA mendapatkan Rp 1 juta.

Kemudian, untuk  komponen lanjut usia (lansia) mendapatkan Rp 1,9 juta. Sementara untuk komponen Balita, ibu hamil, anak prasekolah dan komponen disabilitas masing-masing mendapatkan bantuan Rp 1,2 juta hingga Rp 3 juta. “Untuk mencairkannya dibagi menjadi empat tahap dalam satu tahun,” pungkasnya. (Andriansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *