Nasional

Politik Anti Terorisme, Jargon Ketua PKPI Baru

70
×

Politik Anti Terorisme, Jargon Ketua PKPI Baru

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, (CAMEON)-Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia resmi mengukuhkan Jendral TNI (Purn) AM Hendropriyono sebagai Ketua Umum. Partai bentukan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno ini bertekan untuk membangun politin anti terorisme.

“Sejalan dengan pidato pembukaan yang disampaikan Pendiri dan Pembina PKP Indonesia, Try Sutrisno, kami akan membina sikap politik yang anti terorisme, anti narkoba, anti korupsi dan anti perdagangan manusia,” ujar Hendropriyono dalam pidato politiknya, Sabtu (27/8) malam di Jakarta.

Hendropriyono terpilih secara aklamasi dalam Kongres Luar Biasa PKPI yang dihadiri 33 Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) dan 498 Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota (DPK) se- Indonesia. Kongres tersebut dibuka oleh Pendiri dan Ketua Dewan Penasehat Jendral TNI (Purn) Try Sutrisno dan dihadiri Mantan Ketua Umum PKPI Indonesia Isran Noor, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPR RI Ade Komarudin, Ketua DPD RI Irman Gusman dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI Achmad Basarah, Wasekjen Partai Hanura Sarbini dan Muhammad Pradana.

“Sebagai prajurit Saptamarga, karena perkembangan keadaan strategis global dan nasional yang memprihatinkan sekarang, dengan ini saya menyatakan siap untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Bermodal pengalaman dalam memimpin prajurit TNI, Hendropriyono bertekad akan membangun PKPI dengan strategi mumpuni. Melalui partai politik, dia ingin mencetak kader-kader bangsa anti terorisme secara terencana, bertingkat, berlanjut.

“Dengan pola strategi, menempatkan tokoh-tokoh senior sebagai penasihat, tokoh-tokoh senior bercampur junior sebagai para pakar, dan menggerakkan tokoh muda sebagai pengurus dari tingkat nasional hingga desa, serta melibatkan organisasi masyarakat untuk mencapai visi dan misi partai,” ungkapnya.

Menurutnya, peremajaan PKPI dalam pewarisan nilai-nilai dasar Pancasila dan UUD 1945 adalah merupakan keniscayaan. Untuk itu harus dilaksanakan dengan segera guna menghadapi berbagai Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan. Prinsip yang harus dipegang teguh adalah 4 Pilar Kebangsaan, yakni: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

“Kami mengajak kader PKPI se-Indonesia yang berada di persimpangan jalan untuk kembali ke PKPI hasil Kongres Luar Biasa ini, untuk bersama-sama mewujudkan kehidupan rakyat Indonesia yang aman dan sejahtera lahir batin,” tandasnya. Cakrawalamedia.co.id (tama)

 

Foto: kaskus.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *