Tasikmalaya

Penyerahan Kirab Api PON, Makna Logo dan Harapan Atlet Nasional

95
×

Penyerahan Kirab Api PON, Makna Logo dan Harapan Atlet Nasional

Sebarkan artikel ini
Penyerahan Kirab Api PON, Makna Logo dan Harapan Atlet Nasional

KOTA TASIKMALAYA, (CAMEON) – Geliat pekan olahraga nasional (PON) XIX Jawa Barat tahun 2016 sudah bergema. Kirab api PON mulai berjalan dari daerah satu ke daerah lain.

Sub PB PON Kabupaten Pangandaran menyerahkan kirab Api PON kepada Ketua Sub PB PON Kota Tasikmalaya, di halaman gedung eks Pemda Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (8/9/2016).

Selanjutnya, kirab api PON diberikan kembali kepada atlet nasional Bulutangkis Lidya Jaelawijaya, untuk diserahkan kembali ke Sub PB PON Kabupaten Tasikmalaya. Setelah ini, kirap api akan berjalan ke Kabupaten Garut hingga wilayah Bandung Raya.

Ketua Sub PB PON Kota Tasikmalaya yang juga Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengatakan perhelatan PON ini merupakan kesempatan yang terbaik menunjukan kualitas daerah.

“Kita diberi kesempatan untuk menjadi tuan rumah khusus cabor Road Race yang akan dilaksanakan di Bukit Peusar, pada tanggal 23 sampai 25 pada kejuaraan PON ke XIX,” bangganya.

Kesempatan ini, kata dia, menjadi motivasi khusus bagi cabang olahraga yang ada di Kota Tasikmalaya. “Harapan kami mudah-mudahan Kota Tasikmalaya melalui cabang balap motor bisa meraih medali emas,” imbuhnya.

Kepala Disbudpora Kota Tasikmalaya, Undang Herdiyana, bernada sama. Dengan penuh semangat, ia menjelaskan bahwa penyerahan api PON ini bukan hanya sekedar penyerahan saja apalagi seremonial belaka.

“Ini mengandung makna (sangat dalam). Dan mereprentasikan bahwa Provinsi Jawa Barat sebagai tuan rumah pada PON XIX dan pekan Paralympic Nasional 2016,” katanya.

Elemen dasar logo, kata dia, adalah bentuk kujang. Ini merupakan salah satu senjata tradisional, khas Jawa Barat yang terbentuk dari api obor yang berkobar sebagai simbol semangat berjaya di tanah legenda untuk meraih prestasi tertinggi.

Sementara itu, Lidya Jaelawijaya (42), atlet nasional Bulutangkis yang menerima penyerahan kirab api PON dari Wali Kota Tasikmalaya merasa bangga dengan kepercayaan yang didapatnya. Lidya, nama yang pernah berjaya pada tahun 1995-1999, 2001 dan terakhir tahun 2003 di Indramayu bukanlah nama yang asing.

Sebagai atlet nasional yang telah banyak meraih medali emas di cabor Bulutangkis untuk Tasikmalaya ini memiliki harapan khusus kepada pemerintah. Nasib atlet pasca membela daerah perlu dimaksimalkan lagi perhatiannya.

“Kami sangat prihatin kalau bicara masalah nasib para atlet nasional yang telah berjuang untuk mempertaruhkan nama baik daerah atau kota pada setiap kejuaraan seperti Porda, Kejurnas, pelatnas¬† dan ke tingkat PON,” bebernya.

Ia mengungkapkan, sampai saat ini belum mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Dalam momen langka tersebut, ia mengharapkan Pemerintah Daerah, Provinsi maupun Pusat agar kembali melirik para atlet ini.

“Khususnya Wali Kota Tasikmalaya Bapak Budi Budiman. Supaya para atlet yang telah banyak memberikan kontribusi prestasi pada berbagai kejuaraan dalam mengharumkan nama baik Kota Tasikmalaya diperhatikan,” katanya.

Para atlet tidaklah butuh sekedar medali belaka. Karena pada akhirnya, pengakuan dan perhatian yang serius pasca pertandingan menjadi harapan para atlet ini.

“Kami tidak butuh hanya medali emas, perunggu atau perak saja. Tetapi kami butuh disalurkan minimalnya diangkat menjadi pegawai negeri sipil, karena kami butuh penghidupan, butuh masa depan untuk keluarga,” harapnya. cakrawalamedia.co.id (Edi Mulyana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *