Tasikmalaya

Penutupan TMMD Ke-104 Diwarnai Tangis Haru

62
×

Penutupan TMMD Ke-104 Diwarnai Tangis Haru

Sebarkan artikel ini

TASIMALAYA (CM) – Akhir penutupan program Nasional Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 di Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya Menyisakan tangis haru warga setempat.

Berdasarkan pantauan, tampak sejumlah warga sekitar lokasi TMMD yang pernah disinggahi anggota TNI selama 30 hari saling berpelukan, seakan enggan untuk ditinggalkan. Hal itu seperti yang dilakukan Entin, istri Ketua RT 06/02 Dusun Kalangsari bersama anggota Satgas TMMD dari Yon Armed 4/105 GS, Sertu. Alam Bara dan anggota Kodim 0612 Tasikmalaya termasuk anggota TNI tim kesehatan Rumkitban 03.08.02 Galunggung Tasikmalaya, Edi Kurniawan.

“Saya sangat sedih dan terharu. Susah untuk melepaskan kepergian bapak TNI di hari penutupan. Selama 30 hari bersama satu atap, tentunya banyak sekali kisah dan kenangan pahit manisnya dengan bapak-bapak TNI. Saya sendiri sudah menganggapnya seperti anak sendiri,” terang Entin, Rabu (27/03/2019). Ia mengakui adanya program Nasional TMMD ke-104 banyak hikmah bagi penduduk di Desa Citalahab terutama yang tersinggahi.

“Semua warga berat untuk melepaskannya karena sekarang saya termasuk warga sudah tahu bahwa TNI yang sebelumnya dikira bengis dan sadis ternyata tidak seperti itu, bahkan ramah dan sopan, tidak sedikit warga di Desa Citalahab yang mendapatkan pencerahan dari TNI, baik dalam menjaga kesehatan, tata cara hidup berkeluarga yang baik dan harmonis, menjaga agar keluarga tidak terlibat pelanggaran hukum dan lainnya. Pokonya sangat banyak kesan yang ditinggalkan oleh TNI,” jelas Entin.

penutupan tmmd pengobatan gratis penutupan tmmd kesehatan

Sementara, Edi Kurniawan, salah satu anggota TNI dari tim Kesehatan Rumkitban RS Galunggung Tasikmalaya mengisahkan saat di hari terakhir menjalankan tugas Dukes TMMD di Desa Citalahab begitu terkesan dengan segala perhatian juga sikap baik yang diberikan oleh Kepala Desa beserta staf dan umumnya seluruh warga yang pernah ditemui dan dikenal selama kegiatan TMMD.

“Hal itu kami ketahui dari perjalanan warga yang sebelumnya menganggap TNI itu adalah sosok yang seram , kejam dan menakutkan. Diketahui setelah adanya program TMMD yang dipimpin langsung oleh Dansatgas Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol Inf Nur Ahmad. Ternyata mereka sekarang sudah tahu bahwa kita sebagai TNI baik ramah dan familiar,” sebut Edi.

Terlebih, katanya, ketika yang awalnya segan dan ragu tapi saat ingin diperiksa dan berobat, sambil menyelendang tas berlogo palang merah dikerumuni warga untuk diperiksa dan mendapatkan obat.

“Pada saat berakhir tugas, kami pun sempat meneteskan air mata ketika mau berpisah dengan Kepala Desa seluruh warga dan Bidan Desa. Terus terang saya sendiri merasakan berat untuk meninggalkan warga yang selalu ingin dekat dengan petugas kesehatan. juga terharu ketika mengingat kebaikan dan perhatian yang diberikan Kepala Desa serta seluruh staf yang selalu melayani segala kebutuhan kami selama bertugas,” ungkapnya.

Sebagian kesan baik juga dirasakannya, yakni antara kebersamaan dengan ibu Eem Maliana salah satu Bidan Desa dan Mantri Pustu yang sangat mendukung kegiatan tim Dukes TNI AD. “Mereka berpartisipasi aktif selama saya menjalani pemeriksaan dan penanganan terhadap pasien yang ada di wilayahnya,” pungkas Edi. (Edi Mulyana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *