Manasuka

Pendidikan Dasar Cara Memilah Sampah Bagi Siswa SD

113
×

Pendidikan Dasar Cara Memilah Sampah Bagi Siswa SD

Sebarkan artikel ini
Pendidikan Dasar Cara Memilah Sampah Bagi Siswa SD

BANDUNG, (CAMEON) – Cara mengelola sampah adalah sebuah materi yang cukup sederhana, namun sangat penting bagi siswa-siswi yang masih duduk di bangku SD. Sejumlah mahasiswa yang ada di Kota Bandung, mengajarkan hal itu semua dalam kegiatan Bumi Inspirasi Mengajar.

Kegiatan yang kental dengan nilai edukasi ini, melibatkan sejumlah relawan para generasi muda yang aktif, berjiwa sosial dan peduli lingkungan.

Mereka akan menularkan ilmu mengenai cara mengelola sampah selama satu hari bersama adik-adik sekolah formal dan informal di Kota Bandung. Untuk saat ini, target sekolah yang mereka pilih adalah, SD Negeri Cisitu, Bandung.

Dengan kemasan yang menarik, dibalut dengan sejumlah permainan dan juga bahasa yang mudah dimengerti oleh siswa, membuat para siswa ini merasa senang. Bahkan tak sedikit dari mereka terlihat cukup aktif dan menanyakan beberapa hal yang tidak mereka pahami.

Fasilitator Bumi Inspirasi Mengajar SDN Cisitu, Serli Asmanawati (23), mengatakan, beberapa materi yang disampaikan pada kesempatan itu yakni, kurangi sampah, pisahkan sampah dan manfaatkan sampah atau yang biasa disebut dengan Kang Pisman.

Kurangi sampah kata dia, mengurangi sampah sebanyak-banyaknya dari sumbernya. Cara termudah yakni, para siswa ini bisa membawa botol minuman, misting atau membawa kantung kain saat berbelanja, sehingga hal ini akan mengurangi sampah.

Sementara untuk pisakhan sampah lanjut dia, umumnya anak-anak hanya mengetahui sampah organik dan anorganik. Padahal ada sampah jenis limbah yang sering dilupakan, seperti limbah baterai, popok, lampu dan berbagai hal yang memiliki dasar bahan kimia. Dengan penjelasan ini diharapkan mereka bisa memisahkan sampah yang baik.

Berbeda dengan dua materi diatas, untuk materi manfaatkan sampah, jelas materi ini pihaknya menjelaskan untuk bisa mendaur ulang sampah menjadi sebuah kerajinan tangan. Dalam materi ini, anak-anak akan diperkenalkan mengenai bank sampah, simulasi membuat lubang biopori dan lainnya.

“Materi ini saya kira penting buat anak-anak seusia mereka. Diharapkan akan merangsang tumbuhnya jiwa cinta lingkungan pada diri para siswa tersebut dan akan menjadi agent of change terkait sampah khususnya di sekolah dan daerah tempat tinggal masing-masing,” kata Mahasiswa Unpad ini.

Dikatakan Serli, ada dua tujuan utama dalam kegiatan ini. Pertama, kegiatan ini bisa menjadi wahana bagi generasi muda untuk berkegiatan positif dan berbagi ilmu mengenai sampah. Kedua adalah mengajak anak-anak untuk membudayakan perilaku pilah sampah sejak dini dengan cara yang menyenangkan.

“Tema ini juga kan merupakan salah satu program Pemkot Bandung. Di sini kita ingin memberikan edukasi kepada anak-anak dan membudayakan tentang pilah sampah sejak dini,” ucap mahasiswi berhijab ini.

Melalui kegiatan ini dia berharap, bagi para relawan, Bumi Inspirasi Mengajar dapat memberikan pengalaman mengajar dan belajar di depan kelas sebagai bentuk kontribusi serta pengorbanan yang nyata terhadap perbaikan masa depan bangsa dan juga membangun sensitivitas para relawan terhadap realitas kurangnya kesadaran para siswa-siswa mengenai perilaku ramah lingkungan.

“Untuk anak-anaknya, saya berharap mereka bisa mengaplikasikan materi yang dijelaskan tadi, dan tentunya ilmu yang kami sampaikan bisa menular juga ke orangtua mereka,” tambahnya. (Kya).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *