News

Odah Hanya Minta Keadilan, Itu Saja

122
×

Odah Hanya Minta Keadilan, Itu Saja

Sebarkan artikel ini
Odah bersama lima dari ke 13 anaknya yang kini hidup sebatang kara, pasca suaminya tewas mengenaskan. foto by dezaf

TASIKMALAYA, (CAMEON) – Kasus dugaan pencurian ayam yang pelakunya tewas mengenaskan karena dihakimi massa, di Kampung Salarema Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya, Jumat 10 Februari 2017 menyimpan duka yang mendalam bagi keluarga korban.

Odah (40) istri Iji, hanya bisa mengeluh dan sesekali menangis terisak, jika mengenang aksi mengerikan yang dilakukan warga terhadap suaminya.

“Suami saya diseret keluar dan tanpa basa basi disiksa oleh belasan pemuda, ya Allah suami saya seperti pelaku kejahatan saja, pak,” ujar Odah.

Tak hanya di situ, ujar melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana sang suami yang sudah berusia senja ini, sempat meminta ampun namun warga sudah semakin kalap dan terus menghajarnya.

“Anak saya yang bungsu sampai menjerit jerit nangis melihat bapaknya terkapar berlumuran darah,” imbuhnya.

Odah tentu tak menerima jika suaminya meninggal dengan kondisi mengenaskan dan dituduh maling ayam.

“Kami memang orang miskin, dan almarhum hanya seorang pembuat sapu ijuk, yang saya tau ayam milik pa usep ini, dibawa alm untuk membuat si bungsu nyaman, karena si bungsu kepingin punya ayam kate,” tandasnya.

Padahal menurut odah, suaminya akan mengembalikan 2 ayam kate milik usep ini, sore harinya namun ajal sudah menjemputnya duluan.

“Ah abdi mah hoyong dilereskeun we ku Pak Polisi nu tos nyiksa bapana barudak dugi ka tilar dunya,” pinta odah sambil mengusap air matanya.

Sementara itu, pihak kepolisian Sektor Leuwisari, berjanji akan memproses laporan korban, atas tindakan main hakim sendiri, meski kasus ini menyeret sejumlah tokoh pemuda. Namun hingga saat ini, para pelaku pengeroyokan belum ada satu pun yang dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian.

“Laporanya sudah kami terima dan kita akan lakukan upaya penyelidikan,” singkat AKP Wahyudin Kapolsek Leuwisari.

Odah kini bingung bagaimana membesarkan dan memberi anak anaknya yang berjumlah 13 orang ini, tanpa suamin. Dirinya berharap Pemerintah bisa meringankan beban yang ia tanggung sekarang. “Anak saya sekarang yatim, Pak,” pungkasnya. (dzm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *