Manasuka

Mahasiswa STKS Bandung Aplikasikan Ilmu Pekerja Sosial di Masyarakat

150
×

Mahasiswa STKS Bandung Aplikasikan Ilmu Pekerja Sosial di Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa STKS Bandung Aplikasikan Ilmu Pekerja Sosial di Masyarakat

BANDUNG, (CAMEON) – Apa yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, boleh jadi merupakan kegiatan yang sangat positif untuk mengisi waktu luang mereka.

Kampus yang berpusat di jalan Ir.H Djuanda (Dago) Bandung ini, memiliki salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bernama Komunitas Mahasiswa Terapi (Komite).

“Komite ini fokusnya di bidang terapi. Jadi kita memberikan penyembuhan kepada klien atau orang-orang yang bermasalah. Kita lebih ke psikososialnya,” ujar Wakil Ketua UKM Komite, Nur Azizah (18).

Dia menuturkan, dalam kegiatan ini, pihaknya akan menyasar semua orang, baik itu pelajar, mahasiswa bahkan lanjut usia (Lansia) sekalipun. Dengan catatan, mereka yang memiliki masalah, seperti stress, kecemasan yang berlebihan dan lainnya.

“Pokoknya mereka yang punya masalah, kita akan dampingi mereka,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, setiap orang dipastikan memiliki permasalahan yang berbeda. Anak muda atau mahasiswa misalnya, biasanya mereka memiliki masalah yang hampir serupa. Soal prestasi yang kurang, minat belajar yang rendah, ekonomi yang rendah sehingga mereka tidak melanjutkan pendidikannya dan lainnya.

“Kita memberikan motivasi-motivasi, arahan, bimbingan. Biasanya siswa SMA itu suka bingung, setelah lulus mau ke mana, di sini kita memberikan solusi. Solusinya, kita melakukan pendekatan kepada mereka. Misal kenapa prestasinya bisa berkurang, atau penyebabnya apa, dan lainnya. Nanti akan kita kasih solusi,” paparnya.

Kegiatan yang sangat positif ini, tidak hanya memberikan manfaat kepada mereka yang memiliki masalah, akan tetapi, mahasiswa atau anggota komunitas ini, secara tidak langsung akan mendapatkan ilmu cara berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki permasalahan yang berbeda.

“Banyak banget manfaatnya, mereka bisa belajar berorganisasi, menambah ilmu tentang pekerja sosial. Di sini itu udah kayak keluarga,” imbuhnya.

Melalui kegiatan yang mereka lakukan ini, dia berharap bisa melahirkan calon-calon pekerja sosial yang profesional dan bisa melahirkan orang-orang yang memiliki pengetahuan yang mumpuni. “Semoga bisa memberikan manfaat juga bagi orang lain,” tambahnya. (Kya).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *