News

Khofifah, Instruksikan Pemerintah Desa Harus Aktif Sisir Masyarakat Miskin

74
×

Khofifah, Instruksikan Pemerintah Desa Harus Aktif Sisir Masyarakat Miskin

Sebarkan artikel ini
Khofifah, Instruksikan Pemerintah Desa Harus Aktif Sisir Masyarakat Miskin

BOJONEGORO, (CAMEON) – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, meminta pemerintah desa aktif menyisir masyarakat miskin di wilayahnya.

Menteri Sosial Khofifah, mengatakan, Langkah ini dinilai penting agar pemuktahiran data warga miskin dapat terus berjalan sehingga bantuan sosial (bansos) tepat sasaran,”ujar Mensos

“Jika masyarakatnya pasif, maka pemerintah desa dan kelurahan yang harus aktif jemput bola terus memperbaharui data masyarakat miskin di wilayahnya,” ujar Khofifah saat kunjungan kerja ke Kabupaten Bojonegoro, Minggu (5/3).

Dikatakan, Khofifah, data yang masuk nantinya menjadi rujukan untuk memperbaharui data penerima bantuan sosial. Pembaharuan dilakukan melalui sistem informasi dan konfirmasi data (Siskada) dengan user name serta password dari Kemensos sehingga dengan data yang ada, masyarakat miskin dapat memperoleh bantuan dengan tepat sasaran.

Lanjut Khofifah, jika bantuan sosial diberikan tepat sasaran maka kemungkinan penurunan rasio gini pun semakin besar. Harapannya tentu saja, jumlah penduduk miskin Indonesia semakin berangsur turun.

“Siskada ini diluncurkan pada Desember 2016 lalu, harapannya daerah bisa secara mandiri mengupdate data kemiskinan sesuai dinamika status sosial ekonomi masyarakat,” ujar Mensos.

Di tempat yang sama, Bupati Bojonegoro Suyoto memberi apresiasi positif kepada Siskada yang dianggap sebagai terobosan Kemensos dalam upaya mengakhiri bansos salah sasaran.

Katanya, dengan Siskada, proses pembaharuan data kemiskinan di daerah menjadi lebih cepat. Sehingga meminimalisir bansos tersebut diterima oleh mereka yang tidak berhak.

“Ada proses cek dan kroscek data antara pemerintah pusat dan daerah. Jadi kalau salah bisa langsung diketahui,” ujarnya.

Suyoto mengatakan bantuan sosial yang digulirkan Kemensos turut berkontribusi terhadap penurunan tingkat keparahan dan kedalaman kemiskinan di Bojonegoro. Bahkan indeks gini rasio atau tingkat ketimpangan di Kabupaten Bojonegoro terendah se Jawa Timur dimana hanya 0,24 persen.

“Bansos saat ini jauh lebih tepat sasaran, sehingga kemungkinan masyarakat miskin untuk jatuh lebih miskin semakin kecil,” pungkasnya. (Edi Mulyana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *