Bandung Barat

Jalan Maribaya-Patrol Rusak 7 Kilometer

92
×

Jalan Maribaya-Patrol Rusak 7 Kilometer

Sebarkan artikel ini
Jalan Maribaya-Patrol Rusak 7 Kilometer

BANDUNG BARAT, (CAMEON) – Masyarakat Desa Suntenjaya dan Cibodas, Kecamatan Lembang, Bandung Barat, menagih janji Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Sebelumnya, Aher sapaan akrabnya sempat berjanji untuk memperbaiki jalan di dua desa tersebut.

Anggaran perbaikan diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017 sebesar Rp 7 miliar. Salah satu warga Kampung Batuloceng, Desa Sutenjaya, Uwa Ana (66) mengungkap, kerusakan jalan memang sudah lama. Akibatnya, distribusi hasil pertanian terhambat.

”Jika hujan turun, jalanan yang berlubang bertambah licin,” ucap Ana kepada wartawan, belum lama ini.

Sebelumnya, warga berinisiatif melakukan penambalan menggunakan tanah dan batu kerikil. Akan tetapi, kerusakan malah bertambah. Total, sepanjang 7 kilometer di ruas jalan Maribaya-Patrol.

”Lubang-lubang jalan cukup lebar dan dalam, hampir merata di sepanjang jalan Maribaya-Patrol mulai dari sekitar persimpangan menuju Maribaya sampai dengan batas desa Suntenjaya sejauh hampir 7 km,” bebernya.

Ana tidak tahu percis kapan terakhir jalan ini diperbaiki, namun jika melihat kondisinya. Diduga sudah lebih dari 5 tahun jalan ini tidak tersentuh perbaikan dari pemerintah. Oleh sebab itu, satu-satunya harapan warga ditujukan pada gubernur yang pernah menjanjikan akan memperbaiki jalan ini.

Sementara, Kepala Desa Suntenjaya Asep Wahono mengatakan, usulan perbaikan jalan Maribaya-Patrol disampaikan langsung oleh perwakilan petani kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Pada prinsipnya, masyarakat menginginkan jalan segera diperbaiki.

”Wilayah Desa Suntenjaya berada di paling ujung timur Bandung Barat, berbatasan dengan Kecamatan Cilengkrang di Kabupaten Bandung,” katanya.

Sekitar 90 persen warganya menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian. Asep menyatakan, jalan Maribaya-Patrol merupakan satu-satunya akses yang biasa dilalui warganya. Dengan kondisi rusaknya jalan saat ini, ongkos perjalanan semakin membengkak.

”Belum ditambah dengan seringnya warga terjebak kemacetan di tengah-tengah jalan,” pungkasnya. (Putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *