Jawa Barat

Dipadati Wisatawan,Pantai Karapyak Luput Perhatian Pihak Keamanan

102
×

Dipadati Wisatawan,Pantai Karapyak Luput Perhatian Pihak Keamanan

Sebarkan artikel ini
Dipadati Wisatawan,Pantai Karapyak Luput Perhatian Pihak Keamanan

PANGANDARAN, (CAMEON) – Indahnya pantai Karapyak menjadi salah satu ikon pariwisata yang cukup menjanjikan. Namun, objek wisata yang terletak di Desa Bagolo Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat itu, luput dari perhatian pemerintah khususnya Dinas Pariwisata dari sisi keamanan pantai.

Berdasarkan pantauan cakrawalamedia.co.id, Minggu (05/06) pantai Karapyak di padati ribuan wisatawan lokal yang merayakan acara Munggahan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1437 Hijriyah. Para pengunjung selain menggelar makan bersama, tampak anak-anak melakukan aktivitas berenang di area berbahaya dan para orang tua terkesan mengabaikan larangan yang terpangpang di kawasan tersebut.

Salah seorang pengunjung, Ida Farida warga Banjarsari, Kabupaten Ciamis mengaku pada moment munggahan tahun ini, pihaknya bersama keluarga sengaja datang ke pantai Karapyak karena jarak tempuhnya dekat dibanding ke pantai Pangandaran. ” Dari banjarsari jaraknya dekat paling menghabiskan waktu sekitar 1 jam,” aku Ida. Minggu (05/06).

Dipadati Wisatawan,Pantai Karapyak Luput Perhatian Pihak Keamanan 2Namun, kata Ida. Pantai Karapyak merupakan salah satu ikon pariwisata yang ada di Pangandaran, tapi pantai yang satu ini luput perhatian dari pihak pemerintah dari sisi keamanan pantai. “Hari ini saja banyak wisatawan lokal yang sengaja datang ke sini (Karapyak) untuk sekedar makan bersama atau munggahan, berbeda dengan anak-anak yang inginnya berenang di pantai walaupun ombaknya terlihat besar,” katanya.

“Kalau anak-anak jika ada kemauan harus di turuti, akhirnya saya pun membolehkan dia (anak) berenang di laut dengan catatan jangan sampai melewati batas aman, dan kami selaku orangtua tetap mengawasi kegiatan anak-anak di pantai,” ucapnya dengan nada khawatir.

Ida berharap, pantai Karapyak tidak hanya di pasang rambu-rambu larangan berenang saja, tapi harus juga disiagakan petugas keamanan dari Balawisata maupun Polisi Pantai.            “Di Karapyak ini belum adanya penjaga pantai atau Liveguard, harusnya pengelola pantai atau Dinas Pariwisata segera menyediakan penjaga pantai, karena di pantai karapyak sendiri diketahui belum ada penjaga pantai, padahal pengunjung untuk masuk ke sini harus bayar   Rp. 15.000 per mobil,” pungkasnya. cakrawalamedia.co.id (Andriansyah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *