Pangandaran

Depresi karena Penyakit, Pria Paruh Baya di Pangandaran Gantung Diri

81
×

Depresi karena Penyakit, Pria Paruh Baya di Pangandaran Gantung Diri

Sebarkan artikel ini
Depresi karena Penyakit, Pria Paruh Baya di Pangandaran Gantung Diri

PANGANDARAN (CAMEON) – Seorang pria ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, di Dusun Bojongjati Rt03/04 Desa Pananjung, Kecamatan/kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Minggu (15/10/2017) sekitar pukul 14.15 WIB. Motif gantung diri diduga akibat penyakit komplikasi yang dideritanya selama 5 tahun. Pria itu adalah Samino (50) menggantung dirinya di plafon dapur rumahnya dengan tali tambang sebagai sarana yang digunakan untuk mengakhiri hidupnya.

Menurut keterangan Weulas Asih (45) istri korban mengaku kaget ketika dirinya membuka pintu dapur dan melihat suaminya sudah meninggal dalam kondisi menggantung,” Saya tidak percaya kalau suami melakukan senekad ini, Padahal tadi pagi sewaktu saya mau berangkat kerja suami terlihat biasa-biasa saja walaupun memang suka mengeluh dengan sakit yang dideritanya,” ujarnya kepada CAMEON, Minggu (15/10/2017).

“ Suami saya sudah 5 tahun menderita penyakit diabetes dan jantung, karena tidak ada biaya untuk berobat jadi hanya mengandalkan obat warung saja, Padahal, saya pun sudah berusaha mencari pinjaman uang ke saudara saya dan saudara suami namun tidak ada yang mengasih pinjaman, sudah seminggu ini memang suami tidak kerja karena sering ngeluh sakit, sebelumnya dia (suami) bekerja ketangah laut (nelayan) kadang narik becak,” tambahnya.

Sementara itu, Polsek Pangandaran yang menerima laporan dari warga langsung mendatangi rumah korban, Setibanya dirumah korban, pihak kepolisian dibantu warga serta dari tim medis Puskesmas Pangandaran mengevakuasi korban. “ Dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri akibat depresi penyakitnya yang tak kunjung sembuh, korban gantung diri disaat istrinya sedang bekerja kelaut,” singkat Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadi. (Andriansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *