Tasikmalaya

Bupati dan Anggota DPRD Terkesan Terlambat Antisipasi Perploncoan

64
×

Bupati dan Anggota DPRD Terkesan Terlambat Antisipasi Perploncoan

Sebarkan artikel ini
foto Ilustrasi

TASIKMALAYA ( CAMEON ) Masa Orientasi Peserta Didik ( MOPD ) maupun Masa Orientasi Sekolah ( MOS ) kerap dijadikan ajang perploncoan oleh sejumlah siswa senior di setiap Sekolah baik SMP maupun SMA hingga Perguruan Tinggi, inilah yang melandasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia membuat surat edaran tentang tidak boleh adanya segala bentuk perpeloncoan bagi siswa baru di sekolah.

Gayung bersambut,  Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum tak hanya merespon kebijakan Kemendikbud ini,  namun juga akan menerapakan kearifan lokal dengan memberikan wawasan kebangsaan dan keagamaan di Sekolah.

“ Yang Jelas system perploncoan harus ditiadakan, dan diganti dengan pengenalan dan pemahaman agama serta kebangsaan teknisnya ya bisa mendatangkan kiyai dan ustadz ke sekolah “ Jelas Uu Ruzhanul Ulum kepada sejumlah wartawan, usai melakukan monitoring ke sejumlah sekolah pada Senin ( 18/09 ) bahkan Uu menegaskan setiap siswa baru harus memiliki Saadah atau ijazah Diniyah dan bukti pengajian Ramadhan yang dilegalisasi oleh lembaga sekolah keagamaan.

Meski tidak secara frontal menolak sisitem perploncoan yang dibalut MOPD/MOS di sekolah sekolah, anggota Komisi 4 DPRD Kab Tasikmalaya Yaneu Siwigantini saat dihubungi melalui telepon selulernya  menilai bahwa siswa perlu diberikan pengenalan lingkungan sekolah saat mereka maasuk dalam dunia pendidikan yang baru baginya.

“ Saya kira MOPD maupun MOS sepanjang untuk orientasi pengenalan Sekolah tidak ada masalah bagi para siswa baru agar mereka lebih mengenal dunia pendidikan yang baru bagi dirinya “ Papar Yane.

Namun sayang baik Bupati maupun Anggota DPRD Kab Tasikmalaya ini, tidak melakukan koordinasi sebelumnya dengan pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan, kenyataannya justru sepekan sebelum masuk sekolah barunya ini,  tak sedikit dari SMP maupun SMA di Tasikmalaya yang mengelar MOPD dan MOS bagi para siswa didik barunya.

Maman Surahman ( 46 ) salah seorang orang tua siswa didik baru yang anaknya masuk di salah satu sekolah menengah di Kab Tasikmalaya menerangkan bahwa dalam sepekan terakhir sebelum masuk kegiatan belajar mengajar seperti biasa,  anaknya harus pulang pergi ke sekolah barunya ini dengan menggunakan pakaian seragam sekolah dasar dan membawa sejumlah makanan.

” Namanya sih PLS katanya, bukan MOS atau MOPD lagi tapi menurut saya ya sama saja sih teknisnya ya pengenalan senior ke bawahnya , kalau ada perploncoan kebetulan anak saya tidak bilang kesaya tuh ” Ujar Maman. //  www.cakrawalamdia.co.id  ( dzm )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *