Tasikmalaya

Budi: Kita Masih Banyak Kekurangan

59
×

Budi: Kita Masih Banyak Kekurangan

Sebarkan artikel ini
KOTA TASIKMALAYA, (CAMEON) - Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, menjelaskan bahwa keprotokolan merupakan hal yang sangat penting karena dengan adanya keprotokolan dalam setiap kegiatan semuanya bisa tertib, lancar, dan khidmat. Hal itu disampaikannya dalam acara Diseminasi Keprotokolan di Gedung Serbaguna Jalan Letnan Harun No. 1 Kota Tasikmalaya, Senin (23/5/2016). Menurutnya, walaupun sudah merasa bagus, kita tetap perlu adanya pelatihan keprotokolan karena kita masih banyak kekurangan. “Saya perhatikan kekurangannya banyak seperti pada saat menyanyikan lagu wajib Indonesa Raya. Setiap kali dinyanyikan tidak sesuai dengan ritmenya, termasuk dirigennya, terkadang nyanyiannya terlalu cepat, “ ujarnya. Budi berharap pada saat kehadiran para Pejabat Negara, baik dari dalam negeri maupun luar Negeri, penyusunan acara dan pengaturan penempatan duduk harus sesuai dengan aturan keprotokolan, termasuk didalamnya pengaturan sambutan harus benar-benar tertib. Di tempat yang sama, Kepala Bagian Umum, Rojab Riswan, menyampaikan, tujuan diadakannya pelatihan, yakni untuk meningkatkan kemampuan dan keilmuan tentang keprotokolan. Pelatihan ini tidak hanya diberlakukan di tingkat Pemerintahan Kota, tetapi kami undang semua termasuk BUMN, BUMD, organisasi kemasyarakatan, dan instansi lainnya. Ia berharap semua yang mengikuti Diseminasi keprotokolan memahami apa yang harus dilakukan nanti, baik acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi Tata Tempat, Tata Upacara, dan Tata Penghormatan sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan atau kedudukannya dalam negara, pemerintahan, atau masyarakat. cakrawalamedia.co.id. (Edi Mulyana)

KOTA TASIKMALAYA, (CAMEON) – Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, menjelaskan bahwa keprotokolan merupakan hal yang sangat penting karena dengan adanya keprotokolan dalam setiap kegiatan semuanya bisa tertib, lancar, dan khidmat. Hal itu disampaikannya dalam acara Diseminasi Keprotokolan di Gedung Serbaguna Jalan Letnan Harun No. 1 Kota Tasikmalaya, Senin (23/5/2016).

Menurutnya, walaupun sudah merasa bagus, kita tetap perlu adanya pelatihan keprotokolan karena kita masih banyak kekurangan. “Saya perhatikan kekurangannya banyak seperti pada saat menyanyikan lagu wajib Indonesa Raya. Setiap kali dinyanyikan tidak sesuai dengan ritmenya, termasuk dirigennya, terkadang nyanyiannya terlalu cepat, “ ujarnya.

Budi berharap pada saat kehadiran para Pejabat Negara, baik dari dalam negeri maupun luar Negeri, penyusunan acara dan pengaturan penempatan duduk harus sesuai dengan aturan keprotokolan, termasuk didalamnya pengaturan sambutan harus benar-benar tertib.

Di tempat yang sama, Kepala Bagian Umum, Rojab Riswan, menyampaikan, tujuan diadakannya pelatihan, yakni untuk meningkatkan kemampuan dan keilmuan tentang keprotokolan. Pelatihan ini tidak hanya diberlakukan di tingkat Pemerintahan Kota, tetapi kami undang semua termasuk BUMN, BUMD, organisasi kemasyarakatan, dan instansi lainnya.

Ia berharap semua yang mengikuti Diseminasi keprotokolan memahami apa yang harus dilakukan nanti, baik acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi Tata Tempat, Tata Upacara, dan Tata Penghormatan sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan atau kedudukannya dalam negara, pemerintahan, atau masyarakat. cakrawalamedia.co.id. (Edi Mulyana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *