Jawa BaratNasionalNews

Berburu Takjil di Kawasan Cikarang Kabupaten Bekasi

436
×

Berburu Takjil di Kawasan Cikarang Kabupaten Bekasi

Sebarkan artikel ini
Para pedagang makanan ringan atau takjil menjajakan dagangannya di kawasan SGC Cikarang (Foto:Abdul Kholilulloh)

KABUPATEN BEKASI (CM) – Bulan Ramadan telah tiba, dan umat muslim di seluruh dunia sedang merayakan bulan suci ini dengan penuh semangat.

Salah satu tradisi yang biasa dilakukan selama Ramadan adalah berburu takjil, makanan ringan yang biasa dikonsumsi untuk berbuka puasa.

Di Indonesia, berburu takjil telah menjadi sebuah tradisi yang sangat populer di kalangan masyarakat.

Setiap sore menjelang berbuka puasa, banyak penjual takjil yang menjajakan berbagai macam makanan ringan di pinggir jalan atau di pasar-pasar tradisional.

Masyarakat pun berbondong-bondong untuk mencari takjil yang sesuai dengan selera dan keinginan mereka.

Seperti halnya di kawasan simpang SGC Cikarang, Kabupaten Bekasi. Banyak para pedagang yang menjajakan aneka takjil dan menu untuk berbuka puasa.

Firman, warga Cikarang Utara salah satunya. Ia mengatakan, dirinya kerap berburu takjil bersama keluarga jelang waktu berbuka puasa.

“sering dan ini tradisi kami warga Cikarang mencari takjil atau makanan ringan untuk berbuka bersama keluarga,” katanya Kamis (23/3/2023).

Ia mengatakan, kawasan SGC Cikarang merupakan kawasan yang sangat strategis lantaran banyak penjual yang menjajakan kuliner atu makanan ringan disepanjang jalan.

“Dari ujung ke ujung banyak penjual takjil dadakan, banyak menunya ini berkah semua dari pedang dan pembeli itu sendiri, kita tidak perlu repot-repot membuat menu hidangan karena kita pekerja pabrik,” ucapnya.

sementara itu ditempat yang sama, Putra salah seorang pedangang mengatakan banyak para pembeli yang sengaja datang untuk mencari mkanan ringan.

“Ramadhan tahun ini ada peningkatan omset, meskipun banyak juga penjual yang menjajakan jualannya tapi bukan menjadi halangan untuk kami, rejeki sudah ada yang mengatur dan Alhamdulillah kita sesama saling support,” ucapnya.

Disinggung mengenai Ramadan pada masa pandemi Covid-19 ia menjelaskan, dirinya kesulitan mencari omset di bulan Ramadhan lantaran pemerintah memberlakukan PPKM. Dengan dicabutnya kasus Covid-19 menjadi nafas segar bagi UMKM lokal.

“Dulu sulit omset sehari seratus ajah sulit, Alhamdulillah sekarang dapat lumayan kang, semoga Ramadhan tahun berkah untuk kita semua,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *