Tasikmalaya

Bela Negara itu Penting, Jangan Lupakan Sejarah

59
×

Bela Negara itu Penting, Jangan Lupakan Sejarah

Sebarkan artikel ini
Bela Negara itu Penting, Jangan Lupakan Sejarah

KOTA TASIKMALAYA, (CAMEON) – Kesbangpol Kota Tasikmalaya menggelar acara Penguatan Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara di kawasan Wahana Wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya, Rabu (3/8/2016).

Kasi Pendidikan Politik dan Wawasan Kebangsaan, Mia menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan generasi muda mudi perwakilan dari mahasiswa dan organisasi ekstra kampus, organisasi Otomotif Motor  Tasikmalaya (POT) dan organisasi sayap-sayap keagamaan.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, mengatakan, kondisi kehidupan berbangsa  dan bernegara saat ini mendapat tantangan yang datang dari internal, maupun eksternal. “Kehidupan berbangsa dan bernegara dengan pilar-pilar yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika harus terus dikuatkan dalam setiap sendi-sendi kehidupan,” tegasnya.

Acara ini, sambung Deni, bermaksud untuk meningkatkan pemahaman dan rasa cinta tanah air bagi para penggiat organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan se Kota Tasikmalaya. “ Dalam kegiatan ini mereka diberikan materi pendidikan mengenai bela negara dan pelatihan PBBAB,” ujarnya.

Bela Negara itu Penting, Jangan Lupakan SejarahDi tempat yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren Al Huda Paseh, Aminudin, menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu program pemerintah dalam hal ini Kesbangpol untuk mempersiapkan anak-anak bangsa khususnya warga Kota Tasikmalaya harus siap dan layak di momen apapun.

“Kegiatan ini sudah menjadi tugas dan kewajiban Kesbangpol untuk memberikan pembinaan,” ujarnya, saat ditanya cameon usai memberikan materi yang bertema “Membangun Jiwa Raga Para Pemuda dan Pemudi”.

Ada 2 hal yang paling utama harus diperhatikan dan jangan dilupakan. Pertama, harus membebaskan dari hal-hal yang sifatnya akan merusak NKRI. Kedua, antisipasi ke depan supaya anak bangsa dan anak muda tidak terjebak dalam perangkap-perangkap yang akan menghancurkan negara, atau melupakan sejarah, baik dari kalangan mahasiswa, pemuda, pemudi, ormas maupun LSM.

Aminudin menambahkan hal ini bisa menjadi bahan evaluasi kita. Dan ini sudah terjadi pada bulan Agustus tahun kemarin 2015 bahwa masih ada masyarakat kita yang tidak ingat atau tidak tahu ada  “Upacara Agustusan”. Peristiwa ini sangat menyedihkan, itu artinya bentuk kepedulian kita terhadap sejarah dan pada 4 pilar bangsa sudah benar terlupakan.

Ia berharap ada perbaikan sehingga kegiatan bela negara ini harus terus digelorakan dan harus banyak melibatkan berbagai elemen, dari mulai  DPRD, OPD, dan masyarakat lainnya termasuk para orangtua. cakrawalamedia.co.id (Edi Mulyana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *