News

PEKRAF 2026 Perkuat Program Unggulan Tasik Pelak dan Tasik Gemas

50
×

PEKRAF 2026 Perkuat Program Unggulan Tasik Pelak dan Tasik Gemas

Sebarkan artikel ini
Pameran ekonomi kreatif tak sekadar menjadi ajang promosi produk lokal, namun mengintegrasikan layanan kesehatan gratis untuk mendekatkan program pemerintah kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pasar bagi pelaku UMKM.

KOTA TASIK (CM) – Pameran ekonomi kreatif tak sekadar menjadi ajang promosi produk lokal. Pekan Ekonomi Kreatif (PEKRAF) Kota Tasikmalaya 2026 juga mengintegrasikan layanan kesehatan gratis untuk mendekatkan program pemerintah kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kegiatan yang berlangsung di Mall Plaza Asia, Minggu, 18 Oktober 2026, itu menghadirkan beragam produk kreatif, mulai dari sepatu lukis, batik, rajutan, busana gamis, hingga animasi, film, desain interior, dan robotik. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar serta Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabila Karbala turut meninjau pameran tersebut.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan mengatakan integrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan kegiatan ekonomi kreatif berawal dari diskusi bersama perwakilan pemerintah pusat. Mereka mencari cara agar program prioritas pemerintah lebih menarik dan mudah dijangkau warga.

“Pak Stafsus ngobrol dengan saya, untuk membuat program prioritas ini bisa lebih kreatif, bisa lebih menarik masyarakat. Dan ternyata Pak Stafsus ini udah ngobrol sama Bu Wamen, nah kemudian bareng-bareng, buat kegiatan ini,” ujar Viman dalam konferensi pers di Plaza Asia.

Pendekatan tersebut mempertemukan dua kepentingan sekaligus. Masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan, sedangkan pelaku UMKM berkesempatan memperkenalkan produk kepada pengunjung yang datang ke lokasi acara.

Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabila Karbala, menilai kolaborasi ekonomi kreatif dan layanan publik dapat menjadi pembeda dalam pelaksanaan program pemerintah. Menurut dia, pendekatan kreatif bisa membantu program seperti CKG, Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Kampung Nelayan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Peran dari Ekraf, dari UMKM, dan CKG juga berkolaborasi supaya bisa menimbulkan sebuah keseruan baru untuk masyarakat dan UMKM di sekitar jadi makin engage,” kata Tiar.

Selain mengintegrasikan layanan publik, PEKRAF 2026 menjadi ruang untuk memperkuat identitas Kota Tasikmalaya melalui produk kreatif. Salah satu karya yang menarik perhatian ialah sepatu kasual dengan sentuhan lukisan artistik buatan pelukis Ilham Wareum.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya, Deddy Mulyana, mengatakan kunjungan pejabat pemerintah pusat menjadi dorongan bagi pengembangan produk lokal, terutama melalui penguatan identitas kota atau city branding.

“Stafsus Presiden dan Kemenekraf melalui Bu Wamen Ekraf menyambut baik karya anak Tasik dan mendorong agar produk yang dihasilkan bisa ditekankan pada konsep city branding,” ujar Deddy seusai mendampingi Viman.

Pemerintah Kota Tasikmalaya juga mulai memperkuat identitas visual daerah melalui maskot Titi dan Tati. Karakter lokal, termasuk Cepot, dinilai dapat menjadi unsur pembeda dalam promosi produk UMKM sekaligus memperkenalkan kekhasan daerah kepada pasar yang lebih luas.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan penyelenggara layanan kesehatan tersebut. Ia berharap kerja sama serupa tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Kita tidak mau hanya sesuatu yang seremonial, yang sekali doang stop. Tapi kita pengen ada sesuatu yang berkelanjutan,” kata Irene. Ia juga mendorong pertukaran talenta antara pemerintah pusat dan daerah agar pengembangan ekonomi kreatif dapat berlangsung secara konsisten.

PEKRAF 2026 digelar untuk memperingati HUT ke-25 Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini digagas DPC GEKRAFS Kota Tasikmalaya bersama Disporabudpar dan pemerintah pusat.

Bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya, kolaborasi tersebut dapat mendukung program unggulan Tasik Pelak dan Tasik Gemas. Penguatan UMKM, pengembangan kreativitas anak muda, dan pelayanan publik diharapkan berjalan beriringan dalam pembangunan kota.

Tantangannya kini adalah menjaga keberlanjutan program setelah pameran berakhir. Dukungan pemasaran, peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan talenta, dan konsistensi promosi identitas lokal menjadi faktor penting agar kreativitas tidak berhenti di stan pameran, melainkan berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *