News

Stadion Kaliki Akan Dibangun Lagi, Asa Sepak Bola Tasikmalaya Kembali Menyala

68
×

Stadion Kaliki Akan Dibangun Lagi, Asa Sepak Bola Tasikmalaya Kembali Menyala

Sebarkan artikel ini
Pelatih sepak bola sekaligus aktivis olahraga Kabupaten Tasikmalaya, Nurdin.

KAB. TASIK (CM) – Rencana melanjutkan pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Stadion Kaliki di Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, mendapat sambutan dari kalangan pelatih dan aktivis olahraga. Stadion yang lama terbengkalai itu dinilai bukan sekadar fasilitas olahraga, melainkan bagian penting dari ekosistem pembinaan atlet.

Pelatih sepak bola sekaligus aktivis olahraga Kabupaten Tasikmalaya, Nurdin, mengatakan keberlanjutan pembangunan Stadion Kaliki menjawab kebutuhan mendesak dunia olahraga daerah. Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang merespons aspirasi insan olahraga.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi langkah Bupati Tasikmalaya bersama KONI. Stadion Kaliki yang lama terbengkalai akhirnya akan diperbaiki. Ini menjadi jawaban atas harapan yang sebelumnya dinilai mustahil,” kata Nurdin, yang pernah melatih Persitas Tasikmalaya, Kamis, 8 Oktober 2026.

Menurut Nurdin, sepak bola memiliki basis massa yang kuat di Kabupaten Tasikmalaya. Minat itu terlihat dari keberadaan Sekolah Sepak Bola (SSB) yang tersebar di sejumlah kecamatan serta klub-klub yang bernaung di bawah Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Tasikmalaya.

Persitas Tasikmalaya memang masih berlaga di Liga 4 Jawa Barat Seri 1. Capaian tersebut belum menyamai sejumlah daerah tetangga seperti Garut dan Ciamis. Namun, kata Nurdin, minat generasi muda menekuni sepak bola tetap tinggi. Lolosnya tim sepak bola Kabupaten Tasikmalaya ke Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) juga menjadi salah satu indikatornya.

Nurdin merujuk teori latihan olahraga Tudor O. Bompa yang menempatkan sarana dan prasarana sebagai salah satu variabel penting dalam pencapaian prestasi atlet. Menurut dia, bakat dan program latihan akan sulit berkembang optimal tanpa fasilitas yang memadai.

Karena itu, ia meminta renovasi Stadion Kaliki tidak berhenti pada perbaikan fisik. Stadion tersebut, kata dia, perlu dibangun dengan standar teknis yang memungkinkan digunakan untuk kompetisi regional hingga nasional.

“Kami berharap renovasi dilakukan secara serius, bukan asal jadi. Stadion ini harus memenuhi standar PSSI, mulai dari rumput alami atau hybrid berstandar FIFA Quality, drainase, sistem penyiraman, pencahayaan, bench pemain, ruang ganti, tribun, hingga track atletik,” ujarnya.

Bagi Nurdin, Stadion Kaliki dapat menjadi titik balik pembinaan olahraga Kabupaten Tasikmalaya. Jika dibangun secara representatif, fasilitas itu bukan hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga ruang pembinaan atlet sekaligus fasilitas publik yang dapat meningkatkan daya tarik olahraga daerah.

Dari stadion tersebut, ia berharap lahir lebih banyak atlet Tasikmalaya yang mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *