NewsPolitik

Halal Bihalal Perdana Usai Lebaran, DPRD Tasikmalaya Tekankan Makna Persaudaraan

68
×

Halal Bihalal Perdana Usai Lebaran, DPRD Tasikmalaya Tekankan Makna Persaudaraan

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan DPRD Kota Tasikmalaya dengan menggelar halal bihalal. Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus saling memaafkan antara pimpinan, anggota dewan, dan jajaran pemerintahan.

Tradisi halal bihalal sendiri dikenal luas di kalangan umat Muslim sebagai momen untuk mempererat hubungan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Dalam pertemuan itu, setiap orang saling bermaafan sebagai upaya memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang.

Secara makna, halal bihalal sering diartikan sebagai upaya meluruskan persoalan yang sebelumnya kusut, menghilangkan rasa iri dan dengki, serta mencairkan hubungan yang sempat membeku. Momentum tersebut juga dimaknai sebagai kesempatan untuk melepaskan berbagai beban batin yang selama ini tersimpan.

Dalam kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna DPRD Kota Tasikmalaya, Kamis (26/3/2026), Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim bersama Wakil Wali Kota Tasikmalaya Raden Dicky Candra Negara turut menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri sekaligus permohonan maaf lahir dan batin.

Aslim mengatakan pertemuan halal bihalal ini merupakan momen yang penuh kebahagiaan bagi seluruh jajaran DPRD. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak dalam suasana Idul Fitri tahun ini.

“Pada momen Idul Fitri 1447 Hijriah ini, saya mewakili seluruh anggota DPRD Kota Tasikmalaya menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin,” ujar Aslim.

Ia berharap silaturahmi yang terjalin melalui kegiatan tersebut dapat memperkuat persatuan dalam menjalankan berbagai program pembangunan di Kota Tasikmalaya.

“Melalui silaturahmi ini mari kita pererat persatuan dan kesatuan untuk bersama-sama membangun Kota Tasikmalaya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Raden Dicky Candra Negara berharap momentum Idul Fitri dapat membawa keberkahan bagi masyarakat serta kemajuan bagi Kota Tasikmalaya.

“Mudah-mudahan silaturahmi di hari raya Idul Fitri ini membawa keberkahan bagi kita semua dan bagi Kota Tasikmalaya,” ucap Dicky.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga disampaikan tausiah oleh Ustadz Asep Ishak yang menjelaskan makna dari ucapan minal aidin wal faizin yang kerap disampaikan saat Idul Fitri.

Menurutnya, banyak masyarakat yang keliru menafsirkan ungkapan tersebut sebagai permohonan maaf lahir dan batin. Padahal secara makna, kalimat itu merupakan doa agar seseorang kembali kepada kesucian dan meraih kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan.

“Minal aidin wal faizin bermakna semoga kita termasuk orang-orang yang kembali ke fitrah dan menjadi golongan yang memperoleh kemenangan dalam melawan hawa nafsu,” jelas Asep.

Ia menambahkan, ungkapan tersebut memang lazim digunakan sebagai ucapan selamat Idul Fitri, namun tidak memiliki arti permohonan maaf seperti yang selama ini dipahami sebagian orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *