Jawa Barat

Terlilit Hutang, Inilah Pengakuan Pelaku Penculik Mahasiswi

66
×

Terlilit Hutang, Inilah Pengakuan Pelaku Penculik Mahasiswi

Sebarkan artikel ini
Terlilit Hutang, Inilah Pengakuan Pelaku Penculik Mahasiswi
PANGANDARAN, (CAMEON) – Deni Priyanto alias Pepe warga Gumelem Wetan, Rt 05/01 Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah itu ikut melakukan penculikan dan pemerasan karena sedang terlilit utang serta butuh biaya lahiran anak ketiganya.
Deni Priyanto merupakan salah satu pelaku yang tertangkap oleh anggota Intel dari Kodim 0613 Ciamis dibantu Intel Korem 062/TN dan Jajaran Kepolisian Polsek Kalipucang serta tak luput bantuan dari warga Dusun Cipari, Desa Bojong, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. pada Kamis (8/9) siang.
Deni menjelaskan sebelumnya dia selalu diajak oleh Bagio alias Doso yang merupakan otak pelaku penculikan terhadap Sofia Nur Atalina (20) Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
“Sebelumnya, keempat teman-teman itu kerap maen ke rumah dan mengajak bekerja. Namun, kerjaan apa mereka tidak menjelaskannya. Akhirnya, saya ikut mereka karena sedang butuh uang buat biaya persalinan anak ketiga serta bayar utang,” ucap Deni kepada cakrawalamedia.co.id di Mapolsek Kalipucang. Kamis (8/9) petang.
Saat itu, lanjut Deni, dirinya berangkat dari rumahnya bersama empat orang temannya itu menggunakan mobil bak terbuka menuju area kampus dan sempat juga muter-muter.
“Awalnya saya tidak tahu kerjaan apa yang akan dilakukan karena kita hanya muter-muter di area kampus. Tiba-tiba laju kendaraan berhenti dan Bagio alias Doso menyuruh saya bersama dua teman lainnya untuk turun dari mobil,” ungkapnya.
“Pada saat kami bertiga sudah turun dari mobil, Doso langsung memerintahkan kepada kami bertiga untuk membekap seorang perempuan yang sedang mem-foto copy dan gadis muda itu merupakan mahasiswi fakultas kedokteran, dan akhirnya kami terpaksa melakukan penculikan serta minta tebusan uang kepada keluarga korban,” ujar Deni.
Deni mengungkapkan rasa penyesalannya saat mendekam dibalik jeruji besi dengan tangan diborgol kebelakang. “Saya menyesal melakukan ini, akibatnya saya tidak bisa menyaksikan kelahiran anak ketiga kami. Pesan buat istri di rumah, saya minta maaf dan harus sabar menghadapi semua ini,” pungkasnya dengan nada sendu.
Diberitakan sebelumnya, korban diculik saat memfotokopi tugas di dekat kampusnya hari Rabu kemarin sekira pukul 15.20 WIB. Namun, tiba-tiba ia dibekap tiga laki-laki yang turun dari mobil bak terbuka kemudian dimasukkan ke dalam mobil korban dan dibawa kabur menuju ke Selatan. cakrawalamedia.co.id  (Andriansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *