News

Tak Pakai APBD, Ketua KONI Kota Tasikmalaya Siapkan Rp10 Juta untuk Setiap Keping Medali Emas

702
×

Tak Pakai APBD, Ketua KONI Kota Tasikmalaya Siapkan Rp10 Juta untuk Setiap Keping Medali Emas

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Langkah berani dan tak biasa ditunjukkan Ketua KONI Kota Tasikmalaya, Anton Suherlan S.Pd. Demi mendongkrak prestasi olahraga daerah, Anton memastikan akan merogoh dana pribadinya sendiri untuk memberi bonus Rp10 juta kepada setiap atlet Kota Tasikmalaya yang sukses meraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Anton saat ditemui di Sekretariat KONI Kota Tasikmalaya, Jalan Lingkar Dadaha, Kelurahan Nagarawangi, Kota Tasikmalaya, Rabu 14 Januari 2025.

Ia menegaskan, komitmen itu bukan sekadar wacana, melainkan janji yang akan ditepati.
“Ini uang pribadi saya. Sesuai janji yang pernah saya sampaikan di Mukerkot KONI 2025, atlet peraih emas di Porprov Jabar 2026 akan saya apresiasi Rp10 juta,” tegas Anton.

Janji bonus tersebut menjadi sinyal keras keseriusan KONI Kota Tasikmalaya dalam memburu prestasi di Porprov Jabar 2026. Anton menilai, motivasi moral saja tidak cukup. Atlet membutuhkan apresiasi nyata agar berani bertarung dan menargetkan hasil tertinggi.

Ia menekankan, bonus tersebut diberikan tanpa membebani anggaran pemerintah, sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab moral pimpinan olahraga daerah.

Keberanian Ketua KONI ini dilandasi oleh modal prestasi yang tidak main-main. Pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jawa Barat, kontingen Kota Tasikmalaya mencatatkan hasil gemilang dengan torehan 24 medali emas, 14 perak, dan 31 perunggu.

Dengan capaian tersebut, Anton membidik target ambisius namun realistis: menembus peringkat belasan besar dari total 27 kota/kabupaten peserta Porprov Jabar 2026.

“Kalau performa BK bisa kita pertahankan atau naikkan, peluang itu sangat terbuka,” ujarnya.

Anton tidak menutup mata terhadap kerasnya persaingan. Sejumlah daerah dipastikan turun dengan kekuatan penuh meski tidak mengikuti BK.

Untuk itu, Tim Bina Prestasi (Binpres) KONI Kota Tasikmalaya telah diperintahkan bekerja ekstra, mulai dari validasi hasil BK hingga memantau kekuatan calon lawan di tiap cabang olahraga.

“Kami tidak mau lengah. Lawan harus dipetakan, strategi harus disiapkan sejak sekarang,” tegas Anton.

Kekuatan Kota Tasikmalaya juga kian solid dengan potensi kembalinya atlet emas Porprov sebelumnya melalui jalur wildcard. Nama M. Redho (Muaythai) dan Agung (balap sepeda) dipastikan siap turun kembali membela daerah.

“Keduanya sudah menyatakan siap dan sudah didaftarkan,” ujar Anton singkat namun tegas.

Dukungan Fasilitas dan Uang Saku
Tak berhenti pada janji bonus, KONI Kota Tasikmalaya juga menyiapkan stimulan uang saku latihan, perlengkapan atlet, hingga pembiayaan try out dan try in, khususnya bagi atlet yang diproyeksikan menyumbang medali.

Langkah ini menegaskan bahwa bonus Rp10 juta bukan gimmick, melainkan bagian dari strategi besar membangun prestasi.

Wakil Ketua II Bidang Bina Prestasi KONI Kota Tasikmalaya, Dr. Nanang Kusnadi MPd, AIFO, menilai langkah Ketua KONI sebagai “tamparan positif” bagi atlet.

“Ini bukan sekadar bonus. Ini tantangan terbuka bagi atlet untuk berani menargetkan emas,” ujarnya.
Nanang optimistis, dengan kombinasi bonus pribadi, pembinaan ketat, dan fasilitas memadai, Kota Tasikmalaya mampu membuat kejutan di Porprov Jabar 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *