News

SPPG Panglayungan Santuni Lansia, Janda, dan Anak Yatim di Bulan Ramadan

132
×

SPPG Panglayungan Santuni Lansia, Janda, dan Anak Yatim di Bulan Ramadan

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Ratusan orang memadati halaman dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Panglayungan, Sabtu, 14 Maret 2026. Mereka datang bukan untuk bekerja, melainkan menerima bingkisan Lebaran yang dibagikan pengelola dapur sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian.

Sebanyak 300 relawan serta pekerja bangunan yang terlibat dalam kegiatan dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni Panglayungan Satu dan Panglayungan Dua, menerima paket hari raya. Bantuan serupa juga disalurkan kepada warga sekitar yang membutuhkan.

Tercatat 174 warga menerima santunan dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas lansia, janda, dan anak yatim yang tinggal di sekitar kawasan SPPG Panglayungan.

Suasana hangat terasa selama pembagian berlangsung. Para relawan, pekerja, dan warga tampak berbaur dalam kegiatan yang tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga mempererat hubungan sosial di lingkungan sekitar.

Owner Mitra SPPG Panglayungan, Hj Ai Rika, mengatakan kegiatan berbagi itu menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian sosial, terutama di bulan Ramadan.

Menurut dia, selain memberikan bingkisan kepada relawan yang selama ini terlibat dalam operasional dapur MBG, pihaknya juga ingin menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat sekitar.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk relawan yang bekerja bersama kami, tetapi juga menjadi momen untuk berbagi dengan masyarakat sekitar,” kata Ai Rika di sela kegiatan.

Ia mengakui bantuan yang diberikan tidak besar. Namun, ia berharap santunan tersebut tetap memberi manfaat bagi para penerima.

“Setidaknya bisa membantu kebutuhan mereka dan membuat para orang tua serta warga yang menerima merasa diperhatikan,” ujarnya.

Ketua Yayasan Nasional Anak Bangsa, Agus Winarno, menilai kegiatan sosial semacam itu memiliki nilai kemanusiaan yang penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut dia, kepedulian terhadap sesama tidak selalu diwujudkan melalui bantuan materi semata, tetapi juga lewat kehadiran dan perhatian kepada mereka yang membutuhkan.

“Ketika kita berbagi dan peduli, yang tercipta bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga energi positif bagi lingkungan sekitar,” kata Agus.

Di tengah kegiatan sederhana itu, senyum para penerima santunan tampak mengembang. Bagi mereka, perhatian kecil dapat menghadirkan kebahagiaan yang besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *