News

Setelah Badai Harvey Reda, Giliran Nyamuk Menyerang Texas

369
×

Setelah Badai Harvey Reda, Giliran Nyamuk Menyerang Texas

Sebarkan artikel ini
Setelah Badai Harvey Reda, Giliran Nyamuk Menyerang Texas

TEXAS (CAMEON) – Badai Harvey mengakibatkan 60 orang tewas dan ribuan warga lainnya mengungsi karena kotanya hancur. Tidak itu saja, badai ini juga bertanggungjawab atas meledaknya populasi nyamuk, seperti di Texas.

Meningkatnya populasi nyamuk karena air banjir yang stagnan. Air tersebut menjadi tempat berkembang biak baru bagi jutaan nyamuk yang berpotensi membawa ancaman penyakit baru.

Tyler Bennett dan seorang rekan kerja menangkap rekaman ponsel ribuan nyamuk yang mengangkut mereka di Refugio, Texas. Refugio sendiri berpenduduk sekitar 3.000 orang dan berjarak sekitar 165 mil dari Houston.

Akibat “serangan” nyamuk tersebut, orang-orang itu memakai lengan panjang dan kelambu. Populasi nyamuk biasanya meningkat pesat setelah banjir, menurut Centers for Disease Control and Prevention.

Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan, nyamuk adalah hewan paling mematikan di dunia dan bertanggung jawab atas kematian setidaknya satu juta orang per tahun. Mayoritas kematian berasal dari malaria.

Dr. Peter Hotez, dekan Sekolah Nasional Kedokteran Tropis di Universitas Baylor di Waco, Texas kepada The Hill mengatakan, populasi nyamuk Texas untuk sementara hancur karena banjir. Namun karena air banjir stagnan, nyamuk kembali berkembang biak hingga jumlahnya meningkat.

Nyamuk dapat membawa penyakit mematikan termasuk virus West Nile, demam berdarah dan Zika. Virus West Nile sudah menerjang Texas sejak tahun 2002 hingga di negara bagian tercatat ada 370 kasus pada tahun 2016.

Sebuah penelitian yang dilakukan satu tahun setelah Badai Katrina pada tahun 2006, menemukan bahwa kasus virus West Nile telah meningkat lebih dari dua kali lipat di tempat-tempat yang terkena dampak badai.

“Sebagian besar nyamuk ini dianggap mengganggu nyamuk dan tidak akan menyebarkan virus,” kata CDC.

“Namun beberapa jenis nyamuk bisa menyebarkan virus seperti Zika, dengue, atau West Nile.”  (DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *