Rusia Bangun Barak Militer Baru di Pulau Sengketa

by redaksi | 19 Desember 2018 2:16 pm

MOSKOW (CM) – Rusia membangun empat barak militer baru di Kepulauan Kuril, yang terletak di dekat perbatasan dengan Jepang. Hal ini jelas memancing kemarahan Jepang yang selama satu dekade terakhir terlibat sengketa atas kepulauan tersebut.

Rusia dan Jepang secara teknis masih berperang. Kedua negara secara historis masih bertikai soal kepemilikan atas pulau yang dikuasai Uni Soviet menjelang berakhirnya Perang Dunia II silam. Pembangunan barak militer tersebut makin memperburuk pertikaian itu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (19/12/1018), Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa para tentara Rusia akan bisa mulai pindah ke asrama-asrama baru pada akhir tahun ini. Disebutkan oleh pihak kementerian bahwa 188 keluarga tentara bisa menempati kompleks perumahan di barak militer baru itu. Ditambahkan Kementerian Pertahanan Rusia bahwa barak-barak militer baru itu merupakan bagian dari ‘pengembangan infrastruktur militer dan sosial’ di kepulauan tersebut.

Dalam tanggapannya, Menteri Luar Negeri Jepang menyatakan bahwa otoritas Jepang akan melayangkan protes kepada Rusia terkait langkah tersebut. Kepulauan Kuril terletak di sebelah utara Hokkaido di Jepang dan selatan Kamchatka di Rusia.

Diketahui bahwa dua barak militer Rusia itu dibangun di Pulau Iturup dan dua barak lainnya di Pulau Kunashir. Televisi Rusia, Zvezda, yang dikelola oleh Kementerian Pertahanan Rusia, merilis sebuah video yang menunjukkan kompleks perumahan yang baru dibangun. Dilaporkan Zvezda bahwa tempat penitipan anak dan pusat olahraga juga dibangun oleh keluarga-keluarga tentara.

Pada November lalu, Rusia dan Jepang sepakat mempercepat pembicaraan untuk secara resmi mengakhiri permusuhan sejak era Perang Dunia II. Keduanya bertekad menggunakan deklarasi perdamaian era Soviet sebagai titik awal. Deklarasi perdamaian tahun 1956 mengatur pemulihan hubungan diplomatik antara kedua negara. Namun Rusia dan Jepang tidak menandatangani kesepakatan damai itu secara resmi karena sengketa wilayah.

Saat itu, Rusia menawarkan dua pulau terkecil di gugusan kepulauan Kuril yang lokasinya strategis dan diduduki tentara Soviet tahun 1945 silam, sebagai imbalan menyepakati kesepakatan damai dan mengizinkan Rusia menguasai pulau-pulau yang berukuran lebih besar di gugusan kepulauan itu. Tawaran itu ditolak oleh Jepang yang hingga kini masih mengklaim keseluruhan gugusan kepulauan Kuril. ***

Source URL: https://www.cakrawalamedia.co.id/rusia-bangun-barak-militer-baru-di-pulau-sengketa/