News

Ratusan Anak Yatim Diajak Ngabuburit di Kodim 0612 Tasikmalaya, Ada Musik hingga Edukasi TNI

225
×

Ratusan Anak Yatim Diajak Ngabuburit di Kodim 0612 Tasikmalaya, Ada Musik hingga Edukasi TNI

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Ramadan di Kota Tasikmalaya tak hanya diramaikan oleh pasar takjil dan warga yang berburu makanan berbuka. Di tengah suasana tersebut, kegiatan sosial menghadirkan warna berbeda yang memberi makna lebih dalam bagi bulan penuh berkah ini.

Halaman Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0612/Tasikmalaya pada Minggu 8 Maret 2026 sore dipenuhi ratusan anak yatim yang mengikuti kegiatan Ngabuburit Bareng Anak Yatim Vol 9 Tahun 2026.

Sebanyak 226 anak yatim dari berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya hadir dalam acara tersebut. Mereka dijemput oleh para relawan dari 25 titik lokasi menggunakan kendaraan komunitas otomotif sebelum bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan hingga waktu berbuka puasa.

Bagi sebagian anak, perjalanan menuju Makodim hanya beberapa kilometer. Namun bagi para penyelenggara, kegiatan ini memiliki tujuan lebih besar, yakni menghadirkan kebahagiaan dan perhatian bagi anak-anak yang membutuhkan.

Tradisi ngabuburit sendiri sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia selama Ramadan. Umumnya masyarakat mengisi waktu menjelang berbuka dengan berjalan-jalan, berburu takjil, atau mengikuti kegiatan keagamaan.

Namun ngabuburit di Tasikmalaya kali ini dikemas dengan konsep yang berbeda. Ratusan anak yatim diajak mengisi waktu menjelang magrib melalui kegiatan sosial yang menghadirkan kebersamaan sekaligus hiburan.

Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah komunitas, di antaranya Hi.Look Bergerak dan Musisi Tasikmalaya Peduli, dengan dukungan dari Kodim 0612/Tasikmalaya.

Founder Hi.Look Bergerak, Veni Zen, mengatakan pihaknya hanya menjadi perantara bagi masyarakat yang ingin berbagi kepada anak-anak yatim.

“Sebanyak 226 anak yatim kita jemput dari 25 titik. Mereka menerima santunan berupa uang, makanan, perlengkapan sekolah, alat salat, THR, hingga paket snack,” kata Veni.

Menurut dia, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat, terutama selama Ramadan. Tahun 2026 juga menjadi kali pertama komunitas Hi.Look terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Musisi Tasikmalaya Peduli diketahui telah menjalankan kegiatan sosial serupa selama sembilan tahun berturut-turut.

“Kita hanya menyalurkan kebaikan dari teman-teman yang ingin berbagi. Harapannya kegiatan ini bisa terus berlanjut dan semakin besar,” ujarnya.

Selain santunan, panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan hiburan dan edukasi untuk mengisi waktu ngabuburit anak-anak. Beberapa di antaranya penampilan musik dari talenta lokal, aksi badut, hingga atraksi juggling dari pemain Persikotas Tasikmalaya.

Ada pula demonstrasi kebencanaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta sesi edukasi dari personel TNI. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah simulasi bongkar pasang senjata yang diperagakan oleh prajurit TNI secara aman dan edukatif.

Suasana semakin meriah ketika badut mulai beraksi dan mengajak anak-anak bermain. Tawa dan keceriaan terdengar di berbagai sudut halaman Makodim saat mereka mengikuti permainan yang disiapkan panitia.

Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M Imvan Ibrahim, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Dengan persiapan sekitar sepekan, alhamdulillah kita bisa berkumpul untuk ngabuburit bersama adik-adik yatim di Tasikmalaya. Saya mengajak semuanya untuk tidak menunda berbuat kebaikan,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada anak-anak agar terus menanamkan nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Menjelang waktu berbuka, ratusan anak mulai berkumpul di area makan yang telah disiapkan. Relawan membagikan paket makanan berbuka puasa, sementara anak-anak menunggu azan magrib sambil bercengkerama dengan teman-teman baru.

Ketika azan akhirnya berkumandang dari masjid terdekat, mereka serentak menengadahkan tangan untuk berdoa sebelum menyantap hidangan berbuka.

Bagi panitia, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi upaya menjaga semangat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ke depan, penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak anak yatim. Jika tahun ini diikuti 226 anak, jumlah peserta diharapkan dapat terus bertambah pada penyelenggaraan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *