KAB.TASIK (CM) – Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKT) menggelar rapat kerja periode 2025–2030 di kawasan Curug Cimedang Malaganti, Kabupaten Tasikmalaya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum internal organisasi, tetapi juga ditujukan untuk membangun sinergitas dan kolaborasi dengan sesama pegiat seni budaya lintas wilayah.
DKKT menegaskan bahwa seni dan budaya secara administratif tidak mengenal sekat daerah. Oleh karena itu, pelaksanaan rapat kerja di wilayah kabupaten dipandang sebagai simbol keterbukaan dan upaya memperkuat jejaring kebudayaan antara Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
“Seni budaya tidak dibatasi oleh garis wilayah administrasi. Yang utama adalah semangat kolaborasi, kebersamaan, dan keberlanjutan,” ujar Ketua DKKT, Tatang Pahat.
Selain membangun kolaborasi antarseniman, rapat kerja ini juga menjadi bagian dari upaya sinergi dengan alam sekitar.
DKKT secara khusus mendorong publikasi Curug Cimedang sebagai salah satu destinasi wisata alam potensial di Kabupaten Tasikmalaya yang masih memiliki daya tarik alami dan relatif terjaga.
Pemilihan Curug Cimedang dinilai sejalan dengan semangat DKKT dalam menempatkan alam sebagai bagian tak terpisahkan dari proses berkesenian dan berkebudayaan.
Kehadiran DKKT Kota Tasikmalaya dalam agenda rapat kerja tersebut disambut dengan prosesi penyambutan yang sederhana, namun sarat makna. Nuansa khusyuk dan ketulusan terasa kuat sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan antarpelaku seni budaya.
“Penyambutan ini mengingatkan bahwa harmoni antarsesama pelaku seni budaya dan harmoni dengan alam adalah nilai yang harus terus dijaga dan dirawat,” kata panitia lokal.
Salah satu pesan utama yang ingin disampaikan kepada khalayak melalui rapat kerja ini adalah pentingnya peran seni dan budaya sebagai garda depan dalam menjaga denyut nadi kehidupan daerah.
DKKT menilai seni budaya harus mampu menjadi mercusuar peradaban, baik di tingkat lokal maupun internasional.
“Seni budaya bukan sekadar tontonan, tetapi kekuatan yang membentuk identitas, menggerakkan ekonomi kreatif, dan memperkenalkan daerah ke dunia luar,” ujar Ketua DKKT.
Rangkaian rapat kerja juga diwarnai prosesi adat khas Sunda, yakni prosesi memandikan Ketua DKKT terpilih periode 2025–2030, Tatang Pahat.
Ritual tersebut dimaknai sebagai simbol pembersihan niat dan itikad, agar kepemimpinan yang dijalankan berangkat dari kesungguhan dan kejujuran dalam memajukan seni dan budaya Tasikmalaya.
Prosesi adat ini menjadi penanda bahwa DKKT tidak hanya berbicara tentang program dan strategi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai budaya sebagai fondasi kerja nyata ke depan.







