Penurunan Harga BBM, Prestasi atau Pencitraan?

by Redaksi | 9 Februari 2019 11:10 pm

KOTA  TASIKMALAYA (CM) РPolitisi PAN Tasikmalaya Jeni Jayusman menilai, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) ini bukanlah sesuatu yang istimewa. Pasalnya, sulit untuk memisahkan kebijakan ini dengan politik.

“Setelah naik beberapa kali, sekarang turun. Bagus lah,” kata Jeni, kepada CAMEON melalui sambungan telpon, Sabtu (09/02/2019).

Baca Berita : Tanggal 10 Februari ini, Pertamina Berencana Turunkan Harga BBM

Ia mengatakan, anggapan penurunan harga BBM menjelang 67 hari Pemilu sulit tidak dikaitkan dengan politik.

Pasalnya, kebijakan ini berimbas pada petahana baik positif maupun negatif. Bahkan Wakil Ketua DPRD Kota Tasik ini menyebutkan, kebijakan penurunan ini sulit untuk tidak berpikir bukan sebuah pencitraan.

“Mau mengucapkan terima kasih, males. Masih merasa dibohongi. Mau dibilang tidak berterima kasih juga, ya lumayan juga,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika alasan penyesuaian harga BBM ini merupakan tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dollar Amerika, berarti dampak yang baik bagi Indonesia.

“Kalau minyak dunia turun bagus untuk kita, susah dipetakan sebuah prestasi. Itu dampak global,” katanya.

Beda ceritanya jika penurunan harga BBM ini adalah hasil efisiensi. Maka wajar dikatakan sebagai prestasi atas keberhasilan mengefisienkan anggaran.

“Pertanyaannya, apakah prestasi atau manuver politik,” imbuhnya. (Fuad Hisyamudin)

Source URL: https://www.cakrawalamedia.co.id/penurunan-harga-bbm-prestasi-atau-pencitraan/