News

Pakai Teknik Vertical, Ratusan Relawan Ikut Clean Up Masjid Agung Kota Tasikmalaya

41
×

Pakai Teknik Vertical, Ratusan Relawan Ikut Clean Up Masjid Agung Kota Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Ratusan relawan menggelar aksi bersih-bersih di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Minggu 12 April 2026.

Kegiatan ini dilakukan dengan metode berbeda, yakni menggunakan teknik vertical (rope access) untuk menjangkau bagian kubah.

Aksi bertajuk Clean Up Masjid ini diinisiasi oleh Tasik Caving Community (TCC) dan melibatkan sekitar 250 peserta dari berbagai komunitas di Tasikmalaya.

Para relawan berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pecinta alam, komunitas sosial, hingga pegiat lingkungan. Mereka bekerja sama membersihkan berbagai area masjid, baik di bagian dalam maupun luar.

Selain pelataran dan ruang ibadah, perhatian khusus diberikan pada bagian kubah yang dibersihkan menggunakan teknik khusus di ketinggian.

Ketua pelaksana kegiatan, Nisan Santoso, mengatakan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga menjadi sarana edukasi keselamatan kerja.

“Kami ingin menunjukkan bahwa aktivitas di ketinggian harus dilakukan dengan standar keselamatan yang jelas, bukan sekadar keberanian,” ujarnya.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami risiko bekerja di ketinggian tanpa perlengkapan dan prosedur yang tepat.

Seluruh peserta yang terlibat dalam kegiatan ini juga membawa perlengkapan masing-masing, seperti sarung tangan, masker, hingga alat kebersihan lainnya.

Ketua DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya, KH Muhammad Aminudin Bustomi, mengapresiasi kegiatan tersebut.

Ia menilai kegiatan ini tidak hanya membuat lingkungan masjid lebih bersih, tetapi juga memberikan wawasan baru terkait keselamatan kerja.

“Selain bersih, kami juga mendapatkan pengetahuan tentang keselamatan kerja yang sangat penting,” katanya.

Senada, Sekretaris Jenderal TCC Bambang Fitrah Rajil Falah menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen komunitas untuk terus berkontribusi di tengah masyarakat.

Menurutnya, TCC tidak hanya fokus pada kegiatan alam, tetapi juga aktif dalam aksi sosial dan edukasi.

Dukungan juga datang dari Koordinator World Cleanup Day Tasikmalaya, Teguh Gusmatara, yang menilai kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi positif antar komunitas.

“Ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi gerakan membangun kesadaran bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Eris Krismayanto dari Asosiasi Rope Access Indonesia (ARAI) yang bertindak sebagai safety officer menekankan pentingnya edukasi keselamatan kerja di ketinggian.

Ia menyebut kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama antara komunitas dan praktisi profesional.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di ketinggian,” tegasnya.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan bisa terus dilakukan dan diperluas ke berbagai fasilitas publik lainnya.

Aksi ini menjadi contoh bahwa kolaborasi antar komunitas dapat menghadirkan manfaat nyata, tidak hanya dalam menjaga kebersihan, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *