KOTA TASIK (CM) – Suasana berbeda terlihat di pusat Kota Tasikmalaya, Rabu malam 11 Maret 2026.
Jalan Dr Soekardjo atau yang lebih dikenal warga sebagai Jalan Dokar dipadati ribuan warga yang menyaksikan lomba lari malam bertajuk Tasik Speed Run.
Sejak sekitar pukul 20.00 WIB, warga sudah memadati trotoar di sepanjang jalan. Banyak di antaranya berdiri di pinggir jalan sambil mengabadikan momen dengan ponsel.
Jalan yang biasanya dipenuhi kendaraan bermotor itu malam hari berubah menjadi lintasan lari. Tidak ada kendaraan yang melintas, digantikan sorakan penonton yang memberi semangat kepada para pelari.
Perlombaan resmi dimulai sekitar pukul 20.30 WIB. Para peserta yang sudah bersiap di garis start langsung berlari menyusuri jalan utama kota.
Sorakan penonton pun pecah ketika para pelari mulai melaju. Sejumlah warga terdengar meneriakkan dukungan dari pinggir jalan.
Acara tersebut juga semakin meriah dengan kehadiran bintang tamu Deby Ceper yang turut menghibur masyarakat yang datang menyaksikan.
Ketua panitia Tasik Speed Run, Yana Riana yang akrab disapa Yanyan Cibo, mengatakan kegiatan ini sebenarnya sudah lama dilakukan oleh komunitas lari malam di Tasikmalaya.
Namun sebelumnya kegiatan tersebut sering dianggap sebagai aktivitas liar karena dilakukan secara spontan di jalanan.
“Awalnya kegiatan ini sering disebut ilegal atau liar. Sekarang Alhamdulillah pihak Kapolres memfasilitasi sehingga bisa dilaksanakan lebih tertib,” kata Yanyan.
Ia menyebutkan lomba tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang datang dari berbagai daerah.
“Peserta sekitar 200 orang karena ini open. Banyak juga yang dari luar kota seperti Jakarta, Surabaya bahkan ada dari Jambi,” ujarnya.
Panitia membuka beberapa kategori usia agar lomba ini dapat diikuti berbagai kalangan. Di antaranya kategori usia 30-60 tahun, 60-80 tahun, hingga kategori usia di atas 80 tahun. Selain itu juga ada kategori khusus perempuan.
Menurut Yanyan, kegiatan ini juga bertujuan memberikan aktivitas positif bagi anak muda selama bulan Ramadan.
“Selain olahraga, kegiatan ini juga untuk mengantisipasi hal-hal negatif seperti perang sarung atau aktivitas geng motor,” katanya.
Meski persiapannya terbilang singkat, antusiasme masyarakat membuat panitia berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin selama Ramadan.
“Ke depan rencananya Ramadan Race ini bisa digelar seminggu sekali,” ujarnya.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto mengatakan pihak kepolisian sengaja memfasilitasi kegiatan tersebut agar energi anak muda tersalurkan ke arah yang positif.
“Kegiatan ini kami akomodasi sebagai aktivitas positif bagi anak-anak muda di Kota Tasikmalaya selama Ramadan,” kata Andi.
Menurutnya, aktivitas berkumpulnya anak muda pada malam hari tidak bisa dihindari. Karena itu perlu diarahkan agar tidak menimbulkan hal-hal yang merugikan.
“Daripada kegiatan geng motor yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, lebih baik diarahkan ke kegiatan positif seperti ini,” ujarnya.
Untuk memastikan acara berjalan aman, polisi melakukan pengamanan di sekitar lokasi dan menutup sementara sebagian ruas Jalan Dokar.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat atas penutupan jalan ini karena tujuannya untuk kegiatan positif,” pungkasnya.







