News

Menyibak Pesona Danau Denuh, Surga Tersembunyi di Perbukitan Tasikmalaya Selatan

240
×

Menyibak Pesona Danau Denuh, Surga Tersembunyi di Perbukitan Tasikmalaya Selatan

Sebarkan artikel ini

KAB.TASIK (CM) – Kabupaten Tasikmalaya dikenal memiliki bentang alam yang kaya dan memikat. Selain destinasi populer seperti Gunung Galunggung, Pantai Karangtawulan, dan Kampung Naga, wilayah ini masih menyimpan sejumlah lokasi wisata alam yang belum banyak tersentuh.

Salah satunya adalah Danau Denuh yang berada di Kecamatan Culamega, Tasikmalaya Selatan.

Danau alami ini terletak di kawasan perbukitan yang berbatasan langsung dengan Desa Cikuya, Kecamatan Culamega, dan Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir.

Posisi geografisnya yang berada di dataran tinggi membuat kawasan tersebut relatif sepi dari aktivitas wisata massal, sehingga keasrian lingkungannya tetap terjaga.

Hamparan pepohonan rindang, udara yang sejuk, serta suasana sunyi menjadi daya tarik utama Danau Denuh. Tak hanya menyuguhkan panorama alam, danau ini juga dikenal di kalangan warga sebagai lokasi favorit untuk memancing.

Beragam jenis ikan air tawar seperti ikan mas, nila, tawes, gabus, hingga nilem hidup di perairan tersebut, bahkan kerap menghasilkan tangkapan berukuran besar.

Salah seorang pengunjung, Doni, mengaku terkesan dengan kondisi alam Danau Denuh yang masih alami. Menurutnya, lokasi ini menawarkan pengalaman berwisata yang berbeda dibandingkan kawasan perkotaan.

“Alamnya indah banget. Rasanya pengin balik lagi ke sini karena suasananya tenang dan jauh dari hiruk pikuk kota,” ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Culamega saat ini mulai mengintensifkan upaya pengenalan kembali Danau Denuh sebagai destinasi wisata alam.

Camat Culamega, Uu Saeful Uyun, mengatakan berbagai kegiatan lintas sektor telah digelar di kawasan tersebut sebagai langkah awal pengembangan dan promosi.

“Kami sudah melakukan sejumlah kegiatan, seperti bakti sosial, penanaman pohon, dan penebaran benih ikan. Ini sekaligus upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mengenalkan Danau Denuh ke masyarakat yang lebih luas,” kata Uu.

Menurut dia, selama ini Danau Denuh sebenarnya sudah dikenal oleh warga Tasikmalaya Selatan, namun belum banyak diketahui oleh wisatawan dari luar daerah. Padahal, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata alternatif berbasis alam.

Uu menambahkan, kegiatan yang dilakukan di Danau Denuh juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pelestarian lingkungan, serta mendukung program Kabupaten Tasikmalaya Tasik Hejo.

“Kami ingin pengembangan wisata berjalan seiring dengan upaya menjaga alam,” ujarnya.

Dari sisi aksesibilitas, perjalanan menuju Danau Denuh memang masih cukup menantang. Pengunjung harus melewati jalur hutan, menyeberangi aliran sungai kecil, serta melintasi jalan setapak dengan kontur menanjak. Meski demikian, kondisi tersebut justru menarik minat wisatawan pencinta petualangan.

“Untuk sekarang kendaraan roda dua sudah bisa masuk. Ke depan tentu masih perlu peningkatan akses, tapi saat ini sudah cukup layak,” kata Uu.

Selain memancing, kawasan sekitar Danau Denuh juga dinilai potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi perkemahan, wisata edukasi alam, hingga wahana air sederhana.

Lanskap perbukitan yang mengelilingi danau menghadirkan pemandangan yang indah, terutama saat pagi dan sore hari.

Dengan pengelolaan yang dilakukan secara bertahap, pemerintah kecamatan berharap Danau Denuh dapat menjadi pilihan destinasi wisata akhir pekan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Harapannya, Danau Denuh semakin dikenal tanpa mengorbankan kelestarian alamnya,” pungkas Uu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *