News

Ketum RABN Nilai Kritik ke Presiden Perlu Dijaga Etikanya

58
×

Ketum RABN Nilai Kritik ke Presiden Perlu Dijaga Etikanya

Sebarkan artikel ini
Ketum RABN, H. Agus Winarno, SH

JAKARTA (CM) – Gelombang kritik terhadap Presiden Prabowo Subianto belakangan kian nyaring. Tak hanya menyasar kebijakan, sebagian kritik bahkan dinilai menyerempet wilayah personal. Program strategis pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), turut menjadi sasaran.

Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN), Agus Winarno, menilai kritik adalah hal wajar dalam demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar kritik disampaikan secara santun dan proporsional.

“Pemerintah tidak anti kritik. Tapi hendaknya disampaikan dengan cara yang bijak dan membangun, bukan menyerang pribadi,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, setiap pemimpin memiliki keterbatasan. Karena itu, kritik seharusnya diarahkan untuk memperbaiki kebijakan, bukan didorong sentimen atau ketidaksukaan semata.

Agus menegaskan, program MBG lahir dari komitmen Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Ia menyebut program itu bukan sekadar agenda sosial, melainkan juga memiliki efek ekonomi berantai.

Di sejumlah daerah, kata dia, kehadiran dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggerakkan usaha mikro dan menyerap tenaga kerja lokal.

“Sedikitnya 60 persen relawan atau pekerja berasal dari warga sekitar,” ujarnya.

Ia mengklaim, perputaran ekonomi di tingkat bawah ikut terdongkrak. UMKM disebut tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan pendapatan keluarga meningkat.

Meski begitu, Agus mengakui pelaksanaan program tetap memerlukan evaluasi. Ia mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan pembenahan agar pelaksanaan MBG kian efektif dan tepat sasaran.

Bagi Agus, kritik tetap diperlukan asal obyektif dan berbasis data. “Kita harus bijak menilai. Program ini terus dievaluasi untuk meminimalkan kekurangan,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *