NewsPolitik

Kepler Sianturi Sebut Banyak Budaya yang Hilang, Pemerintah dan Masyarakat Harus Bergerak

1747
×

Kepler Sianturi Sebut Banyak Budaya yang Hilang, Pemerintah dan Masyarakat Harus Bergerak

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra, menegaskan bahwa sebuah daerah atau negara akan menghadapi kehancuran ketika masyarakatnya mulai melupakan atau meninggalkan budaya sendiri. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Anugerah Budaya ke-9 yang digelar Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) di Tasikmalaya, Sabtu malam, 8 November 2025.

Menurut Dicky, budaya merupakan identitas sekaligus fondasi yang membentuk karakter masyarakat. Ketika budaya asli ditinggalkan dan digantikan sepenuhnya oleh budaya luar, maka jati diri perlahan akan hilang.

“Kenapa budaya harus dilestarikan? Karena salah satu awal kehancuran sebuah daerah atau negara adalah ketika budaya yang ada terlupakan atau sengaja dilupakan, digantikan oleh budaya luar,” ujar Dicky.

Ia mencontohkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang mulai meninggalkan kebiasaan makan nasi sebagai makanan pokok dan beralih ke makanan instan karena pengaruh budaya luar.

“Kultur kita biasanya makan nasi. Gara-gara pengaruh budaya luar, kita jadi makan mi setiap saat. Tentu saja ada hal-hal yang tidak cocok dengan tubuh kita. Sebaliknya, produk budaya yang dibuat oleh orang yang memahami asal usulnya pasti lebih baik, karena tahu akar budayanya,” kata Dicky.

Anugerah Budaya DKKT Dinilai Penting untuk Menjaga Warisan Lokal

Dicky memuji penyelenggaraan Anugerah Budaya DKKT sebagai salah satu langkah konkret dalam merawat dan melestarikan budaya lokal yang mulai tergerus zaman. Program tersebut, kata dia, dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

“Program Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya ini mudah-mudahan bisa menjadi percontohan untuk wilayah lain, terutama secara nasional. Jangan sampai negara kita menjadi sejarah yang terlupakan,” ucapnya.

Ia menambahkan, banyak kesenian, tradisi, hingga produk budaya lokal yang perlahan hilang dan tidak dikenal generasi muda. Karena itu, para budayawan, seniman, pencipta karya, dan para pelaku seni lainnya perlu terus diberi ruang apresiasi.

Legislator: Masyarakat Harus Memahami Unsur-Unsur Kebudayaan

Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, yang turut hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap unsur budaya.

Menurut Kepler, budaya tidak hanya berupa seni pertunjukan atau benda-benda tradisional, tetapi memiliki dimensi yang lebih luas.

“Secara garis besar, masyarakat harus tahu unsur-unsur yang tergolong dalam budaya,” kata Kepler.

Ia mengutip teori antropolog J.J. Hoenigman yang menyebut bahwa budaya memiliki tiga wujud: gagasan, aktivitas, dan artefak. Ketiganya, kata Kepler, harus dijaga agar budaya tidak hilang termakan waktu.

Kepler juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah mengalami polemik ketika sejumlah budaya lokal diakui oleh negara lain. Kondisi itu menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *