NewsTasikmalaya

Dinamika Pilkada Kota Tasikmalaya, Jelang Persaingan Tiga Pasangan Calon

134
×

Dinamika Pilkada Kota Tasikmalaya, Jelang Persaingan Tiga Pasangan Calon

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tasikmalaya terus memanas menjelang pelaksanaannya dalam beberapa bulan mendatang. Sejumlah nama calon wali kota dan wakil wali kota menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Diantara nama-nama yang mencuat adalah Yanto Oce, Azies Rismaya Mahpud, Muhamad Yusuf, Dede Sudrajat, Yadi Mulyadi, Dede Muharam, Ivan Dicksan, Viman Alfarizi Ramadhan, dan Muslim. Meskipun masih ada beberapa nama lain yang belum begitu terdengar, namun dinamika politik Kota Tasikmalaya mulai terasa menghangat.

Ketua Ormas Aliansi Bangun Daulat Rakyat (Albadar), Kota Tasikmalaya, H. Dadan Sudrajat, S.Ag, mengatakan prediksi mengenai pasangan calon dan potensi formulasi koalisi terus berubah-ubah, namun setidaknya dalam menghadapi Pilkada nanti, diprediksi akan ada setidaknya tiga pasangan calon yang akan bertarung.

“Banyak tokoh Tasikmalaya yang muncul, namun menurut analisis saya, kemungkinan minimal akan ada tiga pasangan calon. Bahkan, dengan melihat formulasi jumlah kursi partai, empat pasangan calon masih memungkinkan,” kata Dadan Sudrajat, Sabtu 23 Maret 2024.

Ketua Ormas Aliansi Bangun Daulat Rakyat Kota Tasikmalaya menyebutkan berdasarkan Pasal 40 UU Pemilu No. 10/2016 tentang Pilkada, partai politik dapat mendaftarkan pasangan calon jika mereka memenuhi syarat minimal 20% kursi di DPRD.

“Total kursi DPRD Kota Tasikmalaya adalah 45 kursi. Jadi, 20% dari jumlah tersebut adalah 9 kursi. Secara matematis, bisa terdapat 5 pasangan calon. Namun, jika melihat formulasi jumlah kursi yang ada, lima pasangan calon adalah tidak mungkin. Maksimalnya empat, karena ada partai yang memiliki hingga 10 kursi,” tegas Dadan.

Mengenai potensi formulasi koalisi, Dadan memberikan contoh. “Sebagai contoh, ini hanya sekedar perhitungan berdasarkan jumlah kursi saat ini. Misalnya, PPP dengan Demokrat memiliki total 10 kursi. Kemudian, PDIP dengan PKB memiliki 9 kursi. Selanjutnya, Golkar dengan PAN juga memiliki 9 kursi. Terakhir, Gerindra dengan PKS membentuk koalisi besar dengan total 15 kursi,” terangnya.

Dadan juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses politik ini. “Warga Kota Tasik harus aktif, mencermati, dan mencari informasi. Semua nama yang muncul saat ini adalah putra-putra terbaik Tasikmalaya. Kita perlu bersama-sama mencari yang terbaik dari yang terbaik,” ujar Dadan.

Dengan demikian, menurutnya persaingan politik yang semakin ketat di Kota Tasikmalaya akan menegaskan perlunya peran serta aktif masyarakat dalam memilih pemimpin yang akan membawa kemajuan bagi Kota Tasikmalaya ke depan.

“Dengan melibatkan diri dalam diskusi publik dan menggali informasi secara cermat, masyarakat diharapkan dapat membuat keputusan yang bijak saat momentum Pilkada tiba,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *